MEDIA EMITEN – Wall Street berhasil rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Laporan pekerjaan bulanan menopang penguatan tiga indeks utama karena pasar meyakini Federal Reserve (Fed) verada di jalurnya untuk mempertahankan sikap kebijakan hawkish-nya.
Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 139,92 poin atau 0,4% menjadi 34.818,27 poin. Indeks S&P 500 bertambah 15,45 poin atau 0,34% menjadi 4.545,86 poin. Nasdaq Composite menguat 40,98 poin atau 0,29% menjadi 14.261,50 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor real estat memimpin kenaikan, menguat 2,02%. Sementara itu, sektor industrial tergelincir 0,7% menjadi kelompok berkinerja terburuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk minggu ini indeks Dow Jones tergelincir 0,1% , indeks S&P 500 naik tipis 0,1% dan Nasdaq menguat 0,7%.
Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan akselerasi perekrutan yang cepat oleh pengusaha sementara upah terus naik, meskipun tidak cukup untuk mengimbangi inflasi.
Korporasi AS menambahkan 431.000 pekerjaan pada Maret, sedikit di bawah perkiraan 490.000 tetapi masih menunjukkan kenaikan pekerjaan yang kuat. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,6 persen, terendah baru dalam dua tahun sementara pendapatan rata-rata per jam naik 5,6 persen pada basis tahun ke tahun.
Laporan tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral kemungkinan akan menjadi lebih agresif dalam menaikkan suku bunganya, ketika berusaha untuk mengekang inflasi saat bank sentral melepaskan kebijakan moneternya yang longgar.
Alat FedWatch CME memperkirakan untuk kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan bank sentral Mei dengan 73,3% yang disurvei meyakini kenaikan sebesar itu.
Pada pertemuan Maret The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kenaikan pertama sejak 2018, dan sejumlah pembuat kebijakan bank sentral telah mengindikasikan bahwa mereka siap untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar.
Volume transaksi di bursa AS pada akhir pekan mencapai 11,45 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,78 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.







