Laporan Pekerjaan Topang Penguatan Wall Street

- Pewarta

Sabtu, 2 April 2022 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street

MEDIA EMITEN – Wall Street berhasil rebound pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Laporan pekerjaan bulanan menopang penguatan tiga indeks utama karena pasar meyakini Federal Reserve (Fed) verada di jalurnya untuk mempertahankan sikap kebijakan hawkish-nya.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 139,92 poin atau 0,4% menjadi 34.818,27 poin. Indeks S&P 500 bertambah 15,45 poin atau 0,34% menjadi 4.545,86 poin. Nasdaq Composite menguat 40,98 poin atau 0,29% menjadi 14.261,50 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor real estat memimpin kenaikan, menguat 2,02%. Sementara itu, sektor industrial tergelincir 0,7% menjadi kelompok berkinerja terburuk.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk minggu ini indeks Dow Jones tergelincir 0,1% , indeks S&P 500 naik tipis 0,1% dan Nasdaq menguat 0,7%.

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan akselerasi perekrutan yang cepat oleh pengusaha sementara upah terus naik, meskipun tidak cukup untuk mengimbangi inflasi.

Korporasi AS menambahkan 431.000 pekerjaan pada Maret, sedikit di bawah perkiraan 490.000 tetapi masih menunjukkan kenaikan pekerjaan yang kuat. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,6 persen, terendah baru dalam dua tahun sementara pendapatan rata-rata per jam naik 5,6 persen pada basis tahun ke tahun.

Laporan tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral kemungkinan akan menjadi lebih agresif dalam menaikkan suku bunganya, ketika berusaha untuk mengekang inflasi saat bank sentral melepaskan kebijakan moneternya yang longgar.

Alat FedWatch CME memperkirakan untuk kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan bank sentral Mei dengan 73,3% yang disurvei meyakini kenaikan sebesar itu.

Pada pertemuan Maret The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kenaikan pertama sejak 2018, dan sejumlah pembuat kebijakan bank sentral telah mengindikasikan bahwa mereka siap untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar.

Volume transaksi di bursa AS pada akhir pekan mencapai 11,45 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,78 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru