Laju Kenaikan Jarga Emas Tertahan Kebangkitan Pasar Saham

- Pewarta

Jumat, 26 Oktober 2018 - 06:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat pagi (26/10/2018), setelah pasar ekuitas jatuh di sesi sebelumnya kembali menguat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, naik 1,30 dolar AS atau 0,11 persen, menjadi ditutup pada 1.232,40 dolar AS per ounce.

Tetapi kenaikan emas lebih lanjut terganjal karena pasar saham mulai rebound pada Kamis (25/10/2018) didorong pembelian saham-saham murah atau oversold dan beberapa laporan laba perusahaan yang positif.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 335,87 poin, atau 1,37 persen pada pukul 17.29 GMT. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga membukukan kenaikan tajam, setelah mengalami kerugian besar pada hari sebelumnya.

Reli di pasar ekuitas menekan emas, salah satu aset safe haven, menahan kenaikannya.

Tekanan tambahan datang dari dolar AS yang lebih kuat. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,32 persen menjadi 96,67 pada pukul 17.18 GMT.

Emas dan dolar AS bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS naik maka emas berjangka biasanya jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 4,6 sen AS atau 0,31 persen, menjadi ditutup pada 14,63 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun 3,9 dolar AS atau 0,47 persen, menjadi menetap di 831,50 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru