MEDIA EMITEN – Krisis keuangan yang melanda Silicon Valley Bank (SVB) Financial Group Inc membuat regulator California menutup bank tersebut dan menyatakan kebangkrutan.
Salah satunya penyebabnya ditengarai akibat kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve selama setahun terakhir. Untuk menopang neraca, SVB berencana menjual US$2,25 miliar saham baru.
Buntut dari masalah itu, regulator California akhirnya memutuskan untuk menutup pemberi pinjaman startup tersebut dan menempatkannya di bawah kendali US Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC). Otoritas AS menyerbu masuk dan menyita aset SVB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keruntuhan SVB itu memicu kepanikan di antara perusahaan modal ventura utama yang dilaporkan menyarankan perusahaan untuk menarik uang mereka dari bank.
“Kondisi SVB memburuk begitu cepat sehingga tidak bisa bertahan hanya lima jam lagi. Itu karena deposan menarik uang mereka begitu cepat sehingga bank bangkrut, dan penutupan intraday tidak dapat dihindari karena bank run klasik,” kata CEO Better Markets Dennis M. Kelleher seperti dikutip dari CNBC International Sabtu 11 Maret 2023.
Beberapa klien Silicon Valley Bank mulai menarik uang untuk memenuhi kebutuhan likuiditas mereka. Ini memuncak dengan Silicon Valley Bank mencari cara minggu ini untuk memenuhi penarikan pelanggannya.
Untuk memenuhi kebutuhan penarikan nasabahnya, Silicon Valley Bank menjual portofolio obligasi senilai US$ 21 miliar. Sebagian besar terdiri dari portofolio Departemen Keuangan AS.
Baca Juga:
Savaya Group Hadirkan Zumana, Destinasi Baru di Pesisir Kuta Bali
Trinasolar Dukung Proyek PLTS dan Penyimpanan Energi 10 MWh di Phu Quoc, Vietnam
Portofolio menghasilkan rata-rata 1,79%, jauh di bawah hasil Treasury 10 tahun saat ini sekitar 3,9%. Hal ini memaksa SVB untuk mengantongi kerugian sebesar US$1,8 miliar, yang harus diisi melalui peningkatan modal.
SVB pada Kamismengumumkan akan menjual US$ 2,25 miliar saham biasa dan saham preferen konversi untuk mengisi lubang pendanaannya. Harga sahamnya turun 60% karena investor khawatir penarikan deposit dapat mendorongnya untuk meningkatkan lebih banyak modal.






