Krisis Keuangan, Silicon Valley Bank Akhirnya Ditutup

- Pewarta

Sabtu, 11 Maret 2023 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis Keuangan, Silicon Valley Bank Akhirnya Ditutup

Foto ilustrasi: Silicon Valley Bank (SVB) Financial Group Inc/IST.

MEDIA EMITEN – Krisis keuangan yang melanda Silicon Valley Bank (SVB) Financial Group Inc membuat regulator California menutup bank tersebut dan menyatakan kebangkrutan.

Salah satunya penyebabnya ditengarai akibat kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve selama setahun terakhir. Untuk menopang neraca, SVB berencana menjual US$2,25 miliar saham baru.

Buntut dari masalah itu, regulator California akhirnya memutuskan untuk menutup pemberi pinjaman startup tersebut dan menempatkannya di bawah kendali US Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC). Otoritas AS menyerbu masuk dan menyita aset SVB.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keruntuhan SVB itu memicu kepanikan di antara perusahaan modal ventura utama yang dilaporkan menyarankan perusahaan untuk menarik uang mereka dari bank.

“Kondisi SVB memburuk begitu cepat sehingga tidak bisa bertahan hanya lima jam lagi. Itu karena deposan menarik uang mereka begitu cepat sehingga bank bangkrut, dan penutupan intraday tidak dapat dihindari karena bank run klasik,” kata CEO Better Markets Dennis M. Kelleher seperti dikutip dari CNBC International Sabtu 11 Maret 2023.

Beberapa klien Silicon Valley Bank mulai menarik uang untuk memenuhi kebutuhan likuiditas mereka. Ini memuncak dengan Silicon Valley Bank mencari cara minggu ini untuk memenuhi penarikan pelanggannya.

Untuk memenuhi kebutuhan penarikan nasabahnya, Silicon Valley Bank menjual portofolio obligasi senilai US$ 21 miliar. Sebagian besar terdiri dari portofolio Departemen Keuangan AS.

Portofolio menghasilkan rata-rata 1,79%, jauh di bawah hasil Treasury 10 tahun saat ini sekitar 3,9%. Hal ini memaksa SVB untuk mengantongi kerugian sebesar US$1,8 miliar, yang harus diisi melalui peningkatan modal.

SVB pada Kamismengumumkan akan menjual US$ 2,25 miliar saham biasa dan saham preferen konversi untuk mengisi lubang pendanaannya. Harga sahamnya turun 60% karena investor khawatir penarikan deposit dapat mendorongnya untuk meningkatkan lebih banyak modal.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru