Krisis Bank di AS Tekan Dolar

- Pewarta

Sabtu, 18 Maret 2023 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Mata uang dolar AS/Dok

Foto ilustrasi: Mata uang dolar AS/Dok

MEDIA EMITEN – Kekhawatiran efek penularan dari krisis bank di AS dan Eropa mengakibatkan dolar jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).

Pemulihan awal di saham Eropa kehabisan tenaga, karena sentimen investor tetap rapuh setelah seminggu bergejolak menyusul kegagalan Silicon Valley Bank pada 10 Maret 2023.

Bank-bank AS telah mencari pinjaman US$ 153 miliar alam likuiditas darurat dari Federal Reserve dalam beberapa hari terakhir, sementara pinjaman US$ 54 miliar untuk Credit Suisse dan US$ 30 miliar untuk First Republic, namun gagal menghentikan penurunan saham mereka.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Credit Suisse jatuh 8% di Eropa dan First Republic Bank anjlok 30%

Indeks dolar, ukuran dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,604 persen karena para pedagang menunggu pertemuan kebijakan dua hari Fed yang diperkirakan akan berakhir dengan kenaikan suku bunga seperempat poin persentase pada 22 Maret.

Kontrak untuk Fed fund berjangka menunjukkan probabilitas 61,3% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menurut Alat FedWatch CME.

Pasar berjangka juga menunjukkan Fed akan memangkas suku bunga pada Juli sebagai tanda kekhawatiran resesi meningkat, karena Bank Sentral AS memperketat kebijakan moneter untuk melawan inflasi yang tinggi.

Masalah perbankan menghidupkan kembali ingatan akan krisis keuangan tahun 2008, ketika lusinan lembaga gagal atau ditebus dengan miliaran dolar uang pemerintah dan bank sentral.

Tiga pemberi pinjaman AS yang lebih kecil, termasuk First Republic, telah meminta regulator dan bank lain turun tangan untuk menopang mereka, sementara di Eropa, Credit Suisse menjadi bank global besar pertama sejak krisis keuangan yang mendapatkan bantuan darurat.

Penyelamatan First Republic pada Kamis (16/3) awalnya meningkatkan selera risiko pada Jumat (17/3), karena kekhawatiran tentang bank global mereda, membuka jalan bagi lonjakan dolar Australia dan Selandia Baru.

Euro naik 0,66% menjadi US$ 1,0675. Sterling terakhir diperdagangkan naik 0,7% pada 1,2192 dolar AS, sementara dolar AS turun 0,39%terhadap franc Swiss.

Awal pekan ini, franc jatuh paling parah terhadap dolar AS dalam satu hari sejak 2015, ketika Bank Sentral Swiss melonggarkan mata uangnya.

Yen Jepang, yang cenderung menguntungkan pada saat volatilitas atau tekanan pasar yang ekstrem, menguat 1,48 persen versus greenback menjadi 131,77 per dolar AS.

Pejabat Kementerian Keuangan Jepang, Badan Jasa-jasa Keuangan dan Bank Sentral Jepang bertemu pada Jumat (17/3) malam untuk membahas pasar keuangan.

Dolar Australia, yang sering berkinerja baik saat investor merasa optimis, naik 0,81 persen menjadi 0,671 dolar AS.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB