Kesulitan Keuangan, Vauld Hentikan Penarikan Dana Kripto

- Pewarta

Selasa, 5 Juli 2022 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kesulitan Keuangan, Vauld Hentikan Penarikan Dana Kripto

Foto ilustrasi: Mata uang kripto/IST

MEDIA EMITEN – Jatuhnya mata uang digital kripto kembali memakan korban. Salah satu pemberi pinjaman Crypto, Vauld, menghentikan semua penarikan, perdagangan, dan penyetoran di platformnya dan sedang menjajaki opsi restrukturisasi potensial, kata perusahaan itu.

Dikutip dari CNBC International Selasa 5 Juli 2022, CEO Vault Darshan Bathija mengatakan dalam sebuah posting blog, bahwa perusahaan menghadapi “tantangan keuangan” karena “kondisi pasar yang bergejolak, kesulitan keuangan dari mitra bisnis utama kami pasti mempengaruhi kami, dan iklim pasar saat ini” yang telah menyebabkan pelanggan menarik lebih dari $ 197,7 juta dari platform sejak 12 Juni.

Perusahaan yang berbasis di Singapura itu pada Senin 4 Juli 2022, mengatakan sedang bekerja dengan penasihat keuangan dan hukumnya untuk “menjelajahi dan menganalisis semua opsi yang mungkin, termasuk opsi restrukturisasi potensial, yang paling baik melindungi kepentingan pemangku kepentingan Vauld.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah Vauld untuk menghentikan penarikan terjadi kurang dari tiga minggu setelah CEO Bathija mengatakan perusahaan “terus beroperasi seperti biasa meskipun kondisi pasar bergejolak.” Dalam posting blog 16 Juni, Bathija mengatakan penarikan sedang “diproses seperti biasa dan ini akan terus terjadi di masa depan.”

Tetapi Vauld telah menjadi korban terbaru dari anjloknya harga cryptocurrency tahun ini. Bitcoin memiliki kinerja kuartalan terburuk sejak 2011 di kuartal kedua. Miliaran dolar terhapus dari nilai pasar cryptocurrency dalam periode tiga bulan.

Keruntuhan pasar telah mengekspos kekurangan dalam sejumlah proyek cryptocurrency dan model bisnis. Pada bulan Mei, algoritme stablecoin terraUSD runtuh dengan menghapus token saudaranya luna. Sementara itu, dana lindung nilai cryptocurrency utama Three Arrows Capital jatuh ke dalam likuidasi setelah gagal membayar lebih dari $660 juta pinjaman dari Voyager Digital.

Perusahaan pemberi pinjaman Crypto seperti Vauld telah menghadapi masalah likuiditas. Celsius bulan lalu menghentikan penarikan untuk pelanggan dengan alasan “kondisi pasar yang ekstrem.”

Vauld mengatakan sedang “dalam diskusi dengan calon investor” di perusahaan.

Perusahaan mengatakan telah mempekerjakan Kroll Pte Limited sebagai penasihat keuangannya, serta Cyril Amarchand Mangaldas dan Rajah & Tann Singapore LLP sebagai penasihat hukumnya masing-masing di India dan Singapura.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru