MEDIA EMITEN – Kabar duka menyelimuti umat Katolik sedunia, Paus Emeritus Benediktus XVI meninggal dunia di kediamannya di Vatikan pada Sabtu 31 Desember 2022 waktu setempat. Benediktus meninggal dunia pada usia 95 tahun.
Kabar meninggalnya Benediktus ini diumumkan oleh juru bicara Vatikan, Matteo Bruni, dalam pernyataan terbaru.
“Dengan kesedihan, saya menginformasikan kepada Anda bahwa Paus Emeritus, Benediktus XVI, meninggal dunia hari ini pukul 09.34 di Biara Mater Ecclesiae di Vatikan,” tutur Bruni dalam pernyataannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Benediktus memimpin Gereja Katolik sedunia selama kurang dari delapan tahun, sebelum mengundurkan diri tahun 2013 lalu. Benediktus menjadi Paus pertama yang mengundurkan diri sejak Gregory XII tahun 1415 silam.
Benediktus menghabiskan masa-masa terakhirnya di Biara Mater Ecclesiae yang masih ada di lingkungan Vatikan. Kondisi kesehatannya dikabarkan rapuh selama beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa Benediktus, pendahulunya yang memiliki nama lahir Joseph Ratzinger, dalam keadaan ‘sakit parah’. Paus Fransiskus juga menyerukan orang-orang untuk mendoakan Benediktus.
Para pemimpin dunia menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Paus Emeritus Benediktus XVI.
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas, juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya tokoh dunia yang dikenal rendah hati. “Saya sampaikan duka mendalam atas wafatnya Paus Benediktus. Saya banyak mendengar keteladanan beliau sebagai sosok yang rendah hati,”kata Menag di Jakarta, Sabtu.
Kerendahan hati itu, kata Menag, antara lain ditunjukkan dengan kesediaan Paus Benediktus untuk meminta maaf.
Paus Bebediktus juga sosok yang mau menjembatani perbedaan. Kunjungannya ke Masjid Biru di Istambul, Turki pada 2006, menunjukkan komitmennya untuk menjembatani perbedaan. Saat itu, Paus Benediktus bergabung dengan imam Muslim dalam doa hening.
“Selain kerendahhatian, apa yang dilakukan itu cermin sosok yang mau menjembatani perbedaan dan cinta damai,” ujar Menag.







