Jepang Intervensi Pasar, Stabilisasi Yen

- Pewarta

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepang Intervensi Pasar, Stabilisasi Yen

MEDIA EMITEN – Jepang melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk stabilisasi yen. Ini dilakukan setelah mata uang Yen mencapai level terendah 32 tahun mendekati posisi 152 terhadap dolar.

Sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan, Jepang membeli yen di pasar untuk memperkuat mata uangnya, demikian CNBC yang mengutip  Reuters, Sabtu 22 Oktober 2022.

Jepang telah berusaha untuk menopang mata uang yang jatuh karena bank sentral mempertahankan suku bunga rendahnya. Langkah melawan tren global pengetatan kebijakan moneter dan memperlebar kesenjangan antara suku bunga AS dan Jepang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah dolar menguat menjadi 151,94 yen, tertinggi sejak 1990, intervensi mendorong mata uang Jepang turun lebih dari 7 yen ke level terendah 144,50 yen. Mata uang AS terakhir turun 1,8% pada 147,34 yen.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan intervensi dalam beberapa tahap mulai sekitar pukul 21:35. (1235 GMT), kata satu sumber. Pejabat  mata uang utama Jepang, Masato Kanda, menolak mengatakan kebenaran intervensi  Kementerian Keuangan ini.

“Kami tidak akan berkomentar sekarang apakah kami melakukan intervensi atau tidak,” Kanda, Wakil Menteri Keuangan untuk urusan internasional. Ini menjadi sikap yang telah dipegang oleh Kementerian Keuangan selama beberapa minggu terakhir.

Dia menambahkan bahwa kementerian tidak akan mengkonfirmasi apakah intervensi telah terjadi untuk beberapa waktu, menandakan kemungkinan “intervensi sembunyi-sembunyi” untuk terlibat dalam perang saraf melawan investor yang menjual yen.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pengalaman Bertema Disney and Pixar’s Toy Story Hadir di SKAI

Pers Rilis

Pengalaman Bertema Disney and Pixar’s Toy Story Hadir di SKAI

Rabu, 26 Agu 2026 - 15:08 WIB

SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital

Pers Rilis

SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital

Rabu, 26 Agu 2026 - 08:36 WIB