MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa AS Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Pasar mencermati pertemuan Federal Reseve (FOMC) pada Rabu waktu AS.
Dow Jones Industrial Average naik 316,02 poin, atau 0,98%, menjadi 32.560,60. Sementara S&P 500 di Wall Street melonjak 1,30% menjadi 4.002,87-penutupan pertama di atas ambang batas 4.000 sejak 6 Maret. Nasdaq Composite menguat 1,58% menjadi 11.860,11.
Saham perbankan regional menghijau dipimpin First Republic Bank yang meroket hampir 30%, setelah sehari sebelumnya kehilangan 47%. ETF Perbankan Regional SPDR (KRE) naik hampir 6%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para trader makin optimismis pada prospek sektor keuangan menyusul jaminan Menteri Keuangan (Menkeu) AS Janet Yellen untuk melindungi dari krisis. Janet Yellen mengatakan bahwa pemerintah siap memberikan jaminan lebih lanjut deposito jika krisis perbankan memburuk.
Wall Street saat ini memantau pengumuman Federal Reserve terkait pengetatan kebijakan moneter Rabu sore. Investor mengharapkan pengetatan the Fed lebih lambat menyusul krisis perbankan. Trader saat ini memproyeksi peluang kenaikan suku bunga seperempat poin 86%, menurut alat FedWatch CME Group.
“Jika (The Fed]) menghentikan kenaikan suku bunga, itu sama saja dengan mengakui bahwa mereka mengetahui sesuatu yang mungkin tidak diketahui pasar. Saya pikir itu akan menjadi ide yang menghancurkan bagi mereka,” kata Kepala Strategi ETF di Allianz Investment Management Johan Grahn dikutip CNBC International.
“Tidak pernah ada argumen bagi The Fed untuk mundur dari 25 (basis poin).”
Baca Juga:
Savaya Group Hadirkan Zumana, Destinasi Baru di Pesisir Kuta Bali
Trinasolar Dukung Proyek PLTS dan Penyimpanan Energi 10 MWh di Phu Quoc, Vietnam
Dia menambahkan bahwa volatilitas pasar setelah kegagalan Silicon Valley Bank (SVB) dan kehancuran Credit Suisse adalah reaksi spontan yang sangat alami bagi investor untuk pergi ke tempat aman.
“Sepertinya proses evaluasi sudah agak tenang, jadi kita bisa mengatakan bahwa ini adalah insiden yang relatif terisolasi. Sekarang, tentu saja, ini baru retakan pertama,” kata Grahn.






