Inflasi AS Melambat, Wall Street Menguat

- Pewarta

Jumat, 13 Januari 2023 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilistrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilistrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street, AS, ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyusul rilis data inflasi AS yang melambat, turun 0,1% pada bulan Desember, memenuhi ekspektasi, untuk penurunan terbesar sejak April 2020.

Dow Jones Industrial Average menguat 216,96 poin, atau 0,64% menjadi 34.189,97. S&P 500 naik 13,56 atau 0,34% menjadi 3.983,17, dan Nasdaq Composite menguat 69,43 atau 0,64% menjadi 11.001,10.

Inflasi AS yang mendingin sejalan dengan perkiraan Dow Jones. Angka inflasi setara dengan penurunan bulan-ke-bulan terbesar sejak April 2020, ketika AS mengalami lockdown Covid-19.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan dengan penurunan, IHK utama masih naik 6,5% dari tahun lalu, menyoroti beban terus-menerus yang ditimbulkan oleh kenaikan biaya hidup pada rumah tangga AS. Namun, itu merupakan kenaikan tahunan terkecil sejak Oktober 2021.

Secara mingguan, Nasdaq dan S&P mencatatkan kinerja mingguan terbaik mereka sejak November. Nasdaq naik 4,09% hingga penutupan Kamis. S&P naik 2,26%, sementara Dow bertambah 1,66%.

Delapan dari 11 sektor S&P 500 ditutup positif pada Kamis, ditopang sektor energi. Saham bahan pokok konsumen tertinggal, dengan sektor ini tergelincir 0,79%.

Musim pendapatan dimulai pada hari Jumat dengan laporan kinerja dari saham bank besar JPMorgan Chase, Wells Fargo, Citigroup dan Bank of America. Investor akan memantau rilis tersebut, yang diharapkan dapat menawarkan lebih banyak wawasan tentang kesehatan ekonomi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB