Indonesia-Jepang Perbarui Pertukaran Mata Uang Senilai 22,76 Miliar Dolar

- Pewarta

Selasa, 16 Oktober 2018 - 03:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Nusa Dua – Bank Indonesia dan Bank Sentral Jepang (Bank of Japan) menyepakati pembaruan perihal perjanjian kerja sama bilateral pertukaran mata uang (Bilateral Swap Arrangement/BSA) senilai 22,76 miliar dolar AS.

Dengan pembaruan kesepakatan ini, Indonesia dapat melakukan pertukaran mata uang (swap) rupiah dengan dolar AS dan atau Yen Jepang, dari yang sebelumnya hanya dolar AS, kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam pernyataan tertulis diterima di Nusa Dua, Bali, Senin.

Pembaruan perjanjian tersebut diteken di tengah rangkaian pelaksaan pertemuan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-World Bank).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perry Warjiyo menjelaskan kerja sama ini mencerminkan penguatan kerja sama keuangan bilateral antara Indonesia dan Jepang.

Dia meyakini kerja sama ini akan berkontribusi positif terhadap upaya menjaga stabilitas di pasar keuangan dan mendorong penggunaan mata uang lokal kedua negara di Asia dalam jangka menengah serta mendorong perdagangan antara Indonesia dan Jepang.

“Selanjutnya, (kerja sama ini dapat) mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Jepang,” ujar Perry.

BI sebelumnya juga meneken kerja sama traksasi pertukaran nilai mata uang dalam bentuk swap dan repo senilai 10 miliar dolar AS dengan Singapura di Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018.

Selain dengan Jepang dan Singapura, BI juga memiliki sejumlah kerja sama pertukaran mata uang dengan negara lain seperti Australia, China, dan Korea Selatan.

Selain itu, Indonesia juga memiliki kesepakatan pertukaran mata uang secara multilateral bersama sejumlah negara ASEAN, ditambah China, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan dalam bentuk kesepakatan Inisiatif Chiang Mai. (iap)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru