India Blokir Aplikasi Digital Tiongkok, Begini Komentar Negeri Tirai Bambu

- Pewarta

Rabu, 1 Juli 2020 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Tiongkok menyebut langkah India untuk memblokir 59 aplikasi seluler asal Tiongkok dapat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan mendesak India untuk menciptakan lingkungan bisnis yang terbuka dan adil.

“Tindakan India secara selektif dan diskriminatif menyudutkan aplikasi Tiongkok tertentu dengan alasan yang ambigu dan dibuat-buat, bertentangan dengan persyaratan prosedur yang adil dan transparan, menyalahgunakan pengecualian keamanan nasional dan (dicurigai) melanggar aturan WTO,” ujar juru bicara kedutaan besar Tiongkok di New Delhi, Ji Rong, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (1/7/2020).

Rong mengatakan larangan tersebut akan mempengaruhi masyarakat India, dan mendesak India untuk memperlakukan semua investasi dan penyedia layanan secara adil, serta menciptakan lingkungan bisnis yang terbuka dan adil.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

India memblokir aplikasi asal Tiongkok, Senin (29/6/2020), sebagai langkah terkuatnya terhadap Tiongkok di ruang online sejak pertempuran meletus di perbatasan kedua negara bulan ini.langkah tegas memboikot Tiongkok dari ruang online sejak sengketa perbatasan meletus antara kedua negara pada Juni.

Kementerian teknologi India mengeluarkan perintah yang menyatakan aplikasi asal Tiongkok “merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum.”

India merupakan pendorong terbesar instalasi aplikasi TikTok, terhitung 611 juta unduhan atau 30,3 persen dari total jumlah unduhan, kata perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower pada bulan April.

Aplikasi lainnya yang juga telah diblokir adalah WeChat milik Tencent, yang telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Android, UC Browser milik Alibaba dan dua aplikasi Xiaomi. (els)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Seminar Ekonomi Karbon Digelar di PHBS, Shenzhen

Rabu, 29 Jul 2026 - 04:08 WIB