Harga Minyak Turun Lebih dari Satu Persen

- Pewarta

Selasa, 19 November 2019 - 01:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Houston – Harga minyak turun lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa pagi (19/11/2019), menghapus sebagian besar keuntungan minggu lalu dan jatuh bersamaan saham Amerika Serikat karena ketidakpastian atas kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup pada 62,44 dolar AS per barel, turun 86 sen, atau 1,4 persen. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir 67 sen atau 1,2 persen lebih rendah pada 57,05 dolar AS per barel.

Kedua harga acuan tersebut membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut pekan lalu, dengan Brent naik 1,3 persen dan WTI naik 0,8 persen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga indeks saham utama Wall Street juga turun dari rekor tertinggi pekan lalu menyusul laporan yang memicu kekhawatiran kesepakatan perdagangan Amerika Serikat-China mungkin tidak akan tercapai, yang mendorong harga minyak lebih rendah, kata para analis.

“Minyak mentah telah menjadi sangat reaktif terhadap arah angin mana pun yang bertiup dalam pembicaraan perdagangan (AS-China). Ketika terputus-putus, harga akan dihukum,” kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York. “Headwind (hambatan) dari pertumbuhan permintaan yang kendur ini terus menahan kami.”

Perang dagang 16 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia telah memperlambat pertumbuhan global, mendorong para analis untuk menurunkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dan meningkatkan kekhawatiran bahwa kelebihan pasokan akan berkembang pada 2020.

China dan Amerika Serikat melakukan “pembicaraan konstruktif” tentang perdagangan dalam pembicaraan telepon tingkat tinggi pada Sabtu (16/11/2019), media pemerintah Xinhua melaporkan pada Minggu (17/11/2019), tetapi tanpa memberikan beberapa rincian lainnya.

Pada Senin (18/11/2019), CNBC mengutip sumber Pemerintah China yang mengatakan bahwa suasana di Beijing tentang kesepakatan perdagangan adalah pesimistis karena keengganan Presiden AS Donald Trump untuk menurunkan tarif.

“Situasi perdagangan yang suram telah menghentikan reli,” kata Robert Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York, menambahkan harga minyak mentah telah naik di awal sesi tetapi memudar ketika pasar New York dibuka.

Ekspektasi permintaan musiman yang lebih rendah untuk bensin di Amerika Serikat juga menekan harga minyak, kata Andy Lipow, presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Kekhawatiran tentang pasokan minyak mentah yang berlimpah pada 2020 membebani pasar. Stok minyak mentah AS terlihat naik 1,1 juta barel minggu lalu, yang akan menjadi kenaikan mingguan keempat beruntun, sebuah jajak pendapat pendahuluan menunjukkan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengatakan pekan lalu pihaknya memperkirakan permintaan minyaknya akan jatuh pada 2020, mendukung pandangan bahwa ada kasus untuk kelompok dan produsen lain seperti Rusia — secara kolektif dikenal sebagai OPEC + — untuk mempertahankan batasan pada produksi.

OPEC + akan membahas kebijakan produksi pada pertemuan 5-6 Desember di Wina. Kesepakatan produksi yang ada berjalan hingga Maret. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB