Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar dan Kenaikan Ekuitas

- Pewarta

Jumat, 5 April 2019 - 01:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Turun Tertekan Penguatan Dolar dan Kenaikan Ekuitas

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat pagi (5/4/2019), karena logam mulia terus berada di bawah tekanan dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat serta kenaikan indeks-indeks saham utama di Wall Street.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, turun tipis satu dolar AS atau 0,08 persen, menjadi menetap di 1.294,30 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,22 persen menjadi 97,32 pada pukul 17.30 GMT.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sementara itu, Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 155,76 poin atau 0,59 persen pada pukul 18.40 GMT. Indeks S&P 500 juga mengikuti kenaikan Dow, sementara Nasdaq melemah. Ketika ekuitas membukukan keuntungan, investor dapat berhenti membeli aset-aset safe haven, seperti emas.

Sebagian besar investor memang beralih ke aset-aset berisiko, karena kemajuan yang diantisipasi dalam perundingan perang dagang antara Amerika Serikat dan China mendorong selera terhadap saham dan menjauh dari logam mulia.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 0,18 persen atau 0,12 persen, menjadi menetap di 15,084 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli melonjak 30,30 dolar AS atau 3,47 persen, menjadi ditutup pada 904,50 dolar per ounce. Demikian laporan yang dikutip Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru