Harga Emas Turun, Tertekan Kenaikan Ekuitas dan Penguatan Dolar AS

- Pewarta

Selasa, 5 November 2019 - 03:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Turun, Tertekan Kenaikan Ekuitas dan Penguatan Dolar AS

Mediaemiten.com, New York – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada penutupan perdagangan Selasa pagi (5/11/2019), karena kenaikan ekuitas dan dolar AS yang lebih kuat telah mengurangi permintaan terhadap emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 0,3 dolar AS atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 1.511,1 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,24 persen menjadi 97,47 pada pukul 18.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Pada pukul 17.35 GMT, Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 114,75 poin atau 0,42 persen. Indeks S&P 500 naik 11,36 poin atau 0,37 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq naik 46,8 poin atau 0,56 persen.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang meningkat, investor dapat berhenti membeli aset safe haven dan mengalihkan dananya ke aset-aset berisiko seperti saham.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 1,4 sen atau 0,08 persen, menjadi ditutup pada 18,066 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 15,3 dolar AS atau 1,6 persen, menjadi 938,7 dolar AS per ounce. Pada akhir pekan lalu, emas berjangka berakhir sedikit lebih rendah karena daya tarik safe haven emas tertekan oleh data ekonomi Amerika Serikat yang positif. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru