Harga Emas Turun Lagi, Tertekan Penguatan Dolar AS

- Pewarta

Rabu, 12 Desember 2018 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Turun Lagi, Tertekan Penguatan Dolar AS

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun lagi pada penutupan perdagangan Rabu pagi (11/12/2018) karena dolar AS menguat lebih lanjut.

Laporan Xinhua menyebutkan kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari 2019 turun 2,20 dolar AS atau 0,18 persen, menjadi menetap di 1.247,20 dolar AS per ounce.

Ketidakpastian seputar Brexit telah memicu jatuhnya pound Inggris dan mendorong dolar AS lebih kuat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,22 persen menjadi 97,41 pada pukul 18.12 GMT.

Dolar AS dan emas biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sementara itu, laporan bahwa pembicaraan tingkat tinggi lewat telepon antara pejabat China dan AS tentang perundingan perdagangan yang akan datang mendorong pasar-pasar global.

Menurut pernyataan yang dirilis Selasa (11/12) oleh Kementerian Perdagangan China, pejabat-pejabat dari China dan Amerika Serikat saling bertukar pandangan tentang jadwal dan peta jalan untuk mendorong pembicaraan perdagangan.

Dow Jones Industrial Average pulih dari kerugian awal dan membukukan keuntungan moderat. Kenaikan ekuitas memberikan tekanan tambahan pada emas sebagai salah satu aset safe haven.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret 2019 naik 2,3 sen AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 14,628 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 naik 3,4 dolar AS atau 0,43 persen, menjadi menetap di 785,50 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru