Harga Emas Turun, Ekuitas Lanjutkan Reli Ditopang Optimisme Dagang

- Pewarta

Selasa, 17 Desember 2019 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa pagi (16/12/2019), karena pasar ekuitas memperpanjang reli di tengah meredanya ketegangan perdagangan Amerika Serikat dan China.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, turun tipis 0,7 dolar AS atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 1.480,50 dolar per ounce, sebut Xinhua.

Indeks-indeks acuan saham AS secara signifikan lebih tinggi pada perdagangan Senin (16/12/2019), karena sentimen investor terangkat setelah China dan Amerika Serikat menyetujui kata-kata dari kesepakatan perdagangan fase-satu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 100 poin, sementara S&P 500 dan Indeks Komposit Nasdaq mengikuti kenaikan Dow.

Ketika ekuitas naik, emas biasanya turun karena investor tidak perlu mencari tempat yang aman dan mereka mengalihkan investasi ke aset-aset berisiko yang memberikan imbal hasil tinggi seperti saham.

Namun, melemahnya dolar AS membatasi penurunan harga emas lebih lanjut. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,15 persen menjadi 97,03 pada perdagangan Senin (16/12/2019) terseret data ekonomi negatif.

Laporan awal penyedia informasi global yang berbasis di London IHS Markit pada Senin (16/12/2019), menunjukkan Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur AS datang di 52,5 pada pada Desember, turun dari pembacaan November sebesar 52,6.

Sementara itu, Indeks PMI sektor jasa-jasa AS mencapai 52,2 pada Desember, naik dari 51,6 pada November, menurut laporan IHS Markit.

Pelemahan dolar AS akan membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih murah, sehingga menarik bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 10,1 sen atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 17,113 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 2,5 dolar AS atau 0,27 persen, menjadi menetap di 931,30 dolar per ounce. Emas berjangka naik tipis pada akhir pekan lalu, karena logam mulia didukung oleh pelemahan dolar AS menyusul kemenangan Partai Konservatif Inggris. Harga emas menambahkan 8,9 dolar AS atau 0,6 persen menjadi 1.481,2 dolar AS per ounce pada penutupan Jumat (13/12/2019). (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru