Harga Emas Turun di Tengah Penguatan Dolar dan Ekuitas AS

- Pewarta

Jumat, 17 Mei 2019 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka pada divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih rendah pada hari Jumat pagi( 17/5/2019), karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan ekuitas AS yang meningkat, meruntuhkan daya tarik logam mulia sebagai aset aman (safe haven).

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni turun 11,6 dolar AS atau 0,89 persen menjadi menetap di 1.286,2 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,23 persen menjadi 97,79 pada pukul 17.30 GMT.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS. Bila dolar menguat, emas berjangka akan jatuh karena emas akan dihargai dalam dolar AS sehingga menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Pada pukul 17.45 GMT, Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 180,46 poin atau 0,7 persen. Demikian pula Indeks S&P 500 naik 21,15 poin atau 0,74 persen, diikuti Indeks Nasdaq Composite naik 66,27 poin atau 0,85 persen.

Harga emas juga biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang naik, investor berhenti membeli aset safe-haven.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 27,3 sen atau 1,84 persen menjadi 14,539 dolar AS per ounce. Sementara platinum untuk pengiriman Juli turun 14,1 dolar AS atau 1,66 persen menjadi ditutup pada 833,6 dolar AS per ounce. (ris)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB