Harga Emas “Rebound” Setelah Bank Sentral AS Pertahankan Suku Bunga

- Pewarta

Kamis, 21 Maret 2019 - 01:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange menetap lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis pagi (21/3/2019), tetapi rebound setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun 4,80 dolar AS atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 1.301,70 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,08 persen menjadi 96,49 pada pukul 17.16 GMT, tak lama sebelum penyelesaian (settlement) emas berjangka.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika dolar AS naik, emas berjangka biasanya jatuh karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Namun, selama perdagangan elektronik berikutnya atau setelah penutupan perdagangan reguler, The Fed mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk membiarkan suku bunga tidak berubah pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya, emas berjangka mulai pulih dari kerugian awal dan sekarang diperdagangkan di wilayah positif.

Langkah The Fed telah memenuhi harapan pasar dan mencerminkan pendekatan “sabar” bank sentral mengenai perubahan kebijakan moneternya.

Setelah pengumuman keputusan bank sentral tersebut, indeks dolar AS membalikkan kenaikannya dan turun secara signifikan, yang pada gilirannya mendukung emas dalam perdagangan elektronik.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 5,4 sen AS atau 0,35 persen menjadi ditutup pada 15,318 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 7,0 dolar AS atau 0,82 persen, menjadi berakhir di 859,60 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Qualcomm dan Samsung Perluas Kolaborasi Snapdragon

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:07 WIB

Pers Rilis

“NI NO KUNI: CROSS WORLDS” HADIRKAN LAYANAN GLOBAL TERPADU

Kamis, 23 Jul 2026 - 09:00 WIB