Harga Emas Naik 10,2 Dolar AS

- Pewarta

Kamis, 29 November 2018 - 06:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih tinggi pada penutupan perdagangan Kamis pagi (29/11/2018) karena dolar AS melemah setelah komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell tampak menyiratkan kenaikan suku bunga ke depan lebih sedikit.

Laporan Xinhua menyebutkan kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember bertambah 10,2 dolar AS atau 0,84 persen, menjadi ditutup pada 1.223,6 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang saingannya, turun 0,53 persen menjadi 96,75 pada pukul 18.30 GMT.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurs dolar AS memperpanjang pelemahannya terhadap mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Rabu (28/11) bahwa suku bunga bank sentral “masih sedikit di bawah” netral, meningkatkan taruhan untuk lebih sedikit kenaikan suku bunga di waktu mendatang.

“Suku bunga masih rendah berdasarkan standar historis, dan mereka tetap sedikit di bawah kisaran luas perkiraan tingkat yang akan menjadi netral untuk ekonomi, yaitu tidak mempercepat atau memperlambat pertumbuhan,” kata Powell dalam pidato yang ia sampaikan di depan Klub Ekonomi New York.

Para investor sebagian besar mengambil pidato terbaru Powell sebagai tanda bahwa The Fed akan memperlambat laju pengetatan kebijakannya, karena pernyataan itu secara luas dipandang sebagai dovish shift dari apa yang Powell katakan tentang suku bunga The Fed pada awal Oktober.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 24,1 sen atau 1,71 persen, menjadi menetap di 14,325 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari 2019 turun 9,00 dolar AS atau 1,08 persen, menjadi ditutup pada 826,3 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB