Harga Emas Jatuh Terendah dalam Empat Bulan Pasca-Pernyataan Fed

- Pewarta

Jumat, 3 Mei 2019 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infofinansial.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada akhir perdagangan Jumat pagi (3/5/2019), ditutup pada tingkat terendah dalam 4-bulan, sehari setelah Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell melemparkan keraguan tentang prospek untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni, jatuh 12,2 dolar AS atau 0,95 persen, menjadi menetap pada 1.272 dolar AS per ounce.

Emas berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (1/5/2019), kemudian memperpanjang kerugiannya dalam perdagangan elektronik, karena Powell dalam konferensi pers menyusul keputusan Fed yang diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga, menggambarkan bahwa tekanan inflasi yang lemah sebagai “sementara.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Itu tampaknya mengecewakan pandangan beberapa orang di pasar bahwa The Fed mungkin melakukan upaya preemptive untuk mencegah inflasi yang lebih rendah atau resesi dengan memangkas suku bunga.

Seperti yang dikatakan Powell, pedagang suku bunga jangka pendek Amerika Serikat (AS) mulai memangkas taruhan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebelum akhir tahun.

Harga emas juga tertekan oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,19 persen menjadi 97,84 pada pukul 17.30 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 11,2 sen AS atau 0,76 persen, menjadi menetap di 14,617 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 23,2 dolar AS atau 2,64 persen, menjadi ditutup pada 854,2 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru