Harga Emas Jatuh, Investor Cerna Data Ekonomi AS dan China

- Pewarta

Selasa, 3 Desember 2019 - 02:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Jatuh, Investor Cerna Data Ekonomi AS dan China

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa pagi (3/12/2019), karena investor mencerna data ekonomi terbaru dari China dan Amerika Serikat (AS).

Indeks pembelian manajer atau PMI China mengalahkan ekspektasi untuk memasuki kembali wilayah ekspansi karena ekonomi menunjukkan lebih banyak tanda ketahanan dan stabilitas.

PMI untuk sektor manufaktur China menguat hingga 50,2 pada November dari 49,3 pada Oktober, Biro Statistik Nasional mengatakan pada Sabtu (30/11/2019).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data positif dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengurangi minat terhadap aset safe haven emas, kata pengamat pasar.

Sementara itu, aktivitas manufaktur Amerika Serikat terus menurun pada November di tengah persediaan dan data pesanan baru yang lemah, menurut laporan terbaru lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) yang dirilis pada Senin (2/12/2019).

Indeks manufaktur Amerika Serikat merosot ke 48,1 persen pada November, atau 0,2 poin persentase lebih rendah dari pembacaan Oktober.

Akibatnya, harga emas berakhir di posisi terendah sesi. Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 3,50 dolar AS atau 0,24 persen menjadi ditutup pada 1.469,20 dolar AS per ounce.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 14 sen atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 16,966 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 70 sen atau 0,08 persen, menjadi 899,70 dolar AS per ounce.

Meski demikian, penurunan harga emas lebih dalam tertahan oleh pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,42 persen menjadi 97,8602 pada akhir perdagangan.

Emas berjangka menetap dua digit lebih tinggi pada perdagangan Jumat (29/11/2019) karena indeks acuan saham Wall Street turun dan dolar AS melemah, dengan kontrak emas untuk pengiriman Februari naik 11,90 dolar AS atau 0,81 persen, menjadi ditutup pada 1.472,70 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru