Harga Emas Jatuh 27,4 Dolar, Tertekan Penguatan Greenback

- Pewarta

Rabu, 6 November 2019 - 04:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Jatuh 27,4 Dolar, Tertekan Penguatan Greenback

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Rabu pagi (6/11/2019), karena logam mulia tertekan oleh dolar atau greenback yang lebih kuat serta data ekonomi positif dari Amerika Serikat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun tajam sebanyak 27,4 dolar AS atau 1,81 persen, menjadi ditutup pada 1.483,7 dolar AS per ounce.

Indeks aktivitas sektor jasa-jasa AS dari Institute for Supply Management (ISM) – asosiasi manajemen persediaan tertua dan terbesar di dunia – naik menjadi 54,7 persen pada Oktober, dari 52,6 persen pada September, dengan berita ekonomi positif menumpulkan permintaan safe haven untuk emas, mendorong harga emas menyentuh level terendah sesi baru tak lama setelah data dirilis.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,44 persen menjadi 97,93 pada pukul 18.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 49,8 sen atau 2,76 persen, menjadi ditutup pada 17,568 dolar AS per ounce; platinum untuk pengiriman Januari turun 8,1 dolar AS atau 0,86 persen, menjadi 930,6 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka juga turun 0,3 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.511,1 dolar AS per ounce pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena kenaikan ekuitas AS dan greenback yang lebih kuat telah mengurangi permintaan terhadap emas. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru