Harga Emas Berjangka Turun di Tengah Pembicaraan Perdagangan AS-China

- Pewarta

Jumat, 11 Oktober 2019 - 04:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Emas Berjangka Turun di Tengah Pembicaraan Perdagangan AS-China

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Kamis (10/10/2019), (Jumat pagi (11/10/2019) WIB), berakhir di level terendah dalam lebih dari seminggu, karena pembelian aset risiko oleh investor naik kembali di tengah putaran baru pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan China.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 11,9 dolar AS atau 0,79 persen, menjadi ditutup pada 1.500,9 dolar AS per ounce.

Meningkatnya pasar ekuitas Amerika Serikat juga merusak daya tarik logam mulia sebagai salah satu aset safe haven.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 17.30 GMT, indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 137,88 poin atau 0,52 persen. Indeks S&P 500 naik 17,99 poin atau 0,62 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq naik 44,86 poin atau 0,57 persen.

Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang meningkat, investor dapat berhenti membeli aset safe haven, karena mereka lebih memilih aset-aset berisiko yang memberikan hasil lebih tinggi.

Namun penurunan harga emas lebih lanjut tertahan oleh pelemahan dolar AS. Dolar AS turun pada Kamis (10/10/2019) di tengah penguatan pound Inggris, karena harapan bahwa kesepakatan Brexit dapat diselamatkan setelah pertemuan antara para pemimpin Inggris dan Irlandia di dekat Liverpool.

Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 20,8 sen atau 1,17 persen menjadi ditutup pada 17,602 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 11,2 dolar AS atau 1,25 persen menjadi 907,9 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, e​​mas berjangka naik, menghentikan penurunan hari ketiga berturut-turut, karena logam mulia didorong oleh greenback atau dolar yang lebih lemah dan pembelian safe haven para investor.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 8,9 dolar AS atau 0,59 persen, menjadi ditutup pada 1.512,8 dolar AS per ounce pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru