Harga Emas Anjlok Ketika Dolar AS Bangkit

- Pewarta

Rabu, 21 November 2018 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun pada akhir perdagangan Rabu pagi (21/11/2018), karena dolar AS berbalik menguat terhadap mata uang utama lainnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 4,1 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi menetap di 1.221,2 dolar AS per ounce, mengakhiri kenaikan empat hari berturut-turut.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,67 persen menjadi 96,81 pada pukul 18.17 GMT.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS naik maka emas berjangka akan menurun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Namun, penurunan tajam ekuitas menahan kejatuhan emas lebih lanjut, karena Dow Jones Industrial Average turun tajam sebesar 512,29 poin atau 2,05 persen pada pukul 18.27 GMT. S&P 500 dan Nasdaq mengikuti penurunan Dow.

Baca juga: Bursa Wall Street anjlok terseret kejatuhan saham ritel dan teknologi

Sebelumnya, emas berjangka telah meningkat selama empat hari perdagangan berturut-turut, didorong pembelian teknis akibat ketidakpastian geopolitik dan perdagangan serta melemahnya dolar AS.

“Ketidakpastian seputar rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) dan hubungan perdagangan Tiongkok-AS telah mendukung harga emas, yang dipandang sebagai aset safe-haven”, kata analis seperti dikutip Xinhua.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 13,4 sen AS atau 0,93 persen, menjadi ditutup pada 14,269 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun 10,6 dolar AS atau 1,24 persen, menjadi menetap di 847,00 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB