G20 Gagal Sepakati Pemangkasan Penggunaan Bahan Bakar Fosil

- Pewarta

Minggu, 23 Juli 2023 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

G20 Gagal Sepakati Pemangkasan Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Foto ilustrasi: G20 gagal mencapai konsensus untuk mengurangi secara bertahap penggunaan bahan bakar fosil/IS.

MEDIA EMITEN – Pertemuan ekonomi Kelompok 20 (G20) di India gagal mencapai konsensus untuk mengurangi secara bertahap penggunaan bahan bakar fosil, menyusul keberatan dari beberapa negara produsen.

Ketidaksepakatan tersebut termasuk rencana melipatgandakan kapasitas energi terbarukan pada 2030 mengakibatkan para pejabat mengeluarkan pernyataan hasil dan ‘chair summary’.

“Kami memiliki kesepakatan lengkap tentang 22 dari 29 paragraf, dan tujuh paragraf merupakan Chair summary,” ungkap Menteri Ketenagalistrikan India RK Singh, dikutip dari Reuters, Minggu 23 Juli 2023.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan empat hari mereka di Bambolim, di negara bagian Goa, India itu dihujani protese dari para ilmuwan. Mereka menilai badan internasional itu lamban dalam bertindak untuk mengekang pemanasan global. Bahkan ketika cuaca ekstrem dari Tiongkok hingga Amerika Serikat (AS) menjadi sinyal terjadinya krisis iklim yang dihadapi dunia.

Negara-negara anggota G20 bersama-sama bertanggung jawab atas lebih dari tiga perempat emisi global dan produk domestik bruto, dan upaya kumulatif kelompok untuk mendekarbonisasi sangat penting dalam perang global melawan perubahan iklim.

Penggunaan bahan bakar fosil menjadi target dalam diskusi sepanjang hari, tetapi para pejabat gagal mencapai konsensus untuk membatasi penggunaan ‘terus-menerus’ dan memperdebatkan bahasa untuk menggambarkan jalur untuk mengurangi emisi, kata dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Singh, dalam jumpa pers setelah konferensi, mengatakan beberapa negara ingin menggunakan penangkapan karbon daripada pengurangan bertahap bahan bakar fosil. Dia tidak menyebutkan nama negara.

Produsen bahan bakar fosil utama Arab Saudi, Rusia, Tiongkok, Afrika Selatan, dan Indonesia semuanya diketahui menentang tujuan tiga kali lipat kapasitas energi terbarukan dekade ini.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru