Fed Tahan Suku Bunga Tidak Berubah Meskipun Ada Tekanan Trump

- Pewarta

Kamis, 2 Mei 2019 - 02:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell/Dok

Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell/Dok

Mediaemiten.com, Washington – Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu (1/5/2019) membiarkan suku bunga acuannya tidak berubah meskipun ada tekanan dari Presiden Donald Trump untuk menurunkan suku bunga dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan The Fed, memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga federal fund di 2,25 persen hingga 2,50 persen, bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

The Fed mencatat bahwa pasar tenaga kerja “tetap kuat” dan aktivitas ekonomi “naik pada tingkat yang solid” sejak Maret, sementara pertumbuhan belanja rumah tangga dan investasi tetap bisnis “melambat” pada kuartal pertama, sebut Xinhua.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bank sentral menegaskan kembali bahwa ia “akan bersabar” dengan penyesuaian tingkat suku bunga federal fund selanjutnya, sehubungan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta “tekanan inflasi yang diredam.”

Pertemuan kebijakan The Fed itu terjadi setelah Trump pada Selasa (30/4/2019) Trump kembali meminta bank sentral AS untuk menurunkan suku bunga dan mengadopsi pelonggaran kuantitatif, mengutip ekonomi yang kata dia “berjalan baik”.

“Federal Reserve kami terus-menerus menaikkan suku bunga, meskipun inflasi sangat rendah, dan melembagakan dosis pengetatan kuantitatif yang sangat besar,” kata Trump melalui Twiter.

Ekonomi AS, kata Trump, “memiliki potensi untuk naik seperti roket jika kita melakukan beberapa penurunan suku bunga, seperti satu poin, dan beberapa pelonggaran kuantitatif,” mencatat bahwa ekonomi “berjalan baik” mengingat pertumbuhan PDB kuartal pertama sebesar 3,2 persen.

Presiden mengatakan bahwa “dengan inflasi kami yang sangat rendah, kami dapat membuat rekor besar” dan “membuat Utang Nasional kami mulai terlihat kecil!”

Data yang dirilis pada Senin (29/4/2019) oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan bahwa tidak termasuk energi l dan harga makanan yang volatil, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti, ukuran inflasi yang disukai oleh The Fed, naik 1,6 persen tahun ke tahun pada Maret, di bawah tingkat inflasi 2,0 persen yang ditargetkan The Fed.

Bank sentral AS, yang menaikkan suku bunga empat kali berturut-turut tahun lalu, telah memilih sikap kebijakan yang lebih sabar dengan mempertahankan kisaran target untuk suku bunga federal fund di 2,25 persen hingga 2,5 persen selama tiga pertemuan kebijakan pertama tahun ini. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB