Fed Ingin Fleksibilitas pada Suku Bunga, Inflasi tetap Jadi Fokus

- Pewarta

Kamis, 5 Januari 2023 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell/Dok

Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell/Dok

MEDIA EMITEN – Semua pejabat Bank Sentral AS (The Fed) setuju perlunyamenekankan fleksibilitas dan opsionalitas dalam suku bunga untuk memerangi inflasi AS. Fed memberi sinyal masih akan kembali ke kenaikan seperempat poin persentase pada pertemuan 31 Januari-1 Februari mendatang.

Risalah pertemuan, yang dirilis pada Rabu (4/1/2023) waktu AS, menunjukkan pembuat kebijakan masih fokus pada pengendalian laju kenaikan harga yang mengancam akan berjalan lebih panas dari yang diantisipasi. Fed khawatir tentang “salah persepsi” di pasar keuangan bahwa komitmen mereka untuk memerangi inflasi melemah.

Namun para pejabat juga mengakui bahwa mereka telah membuat “kemajuan signifikan” selama setahun terakhir dalam menaikkan suku bunga yang cukup untuk menurunkan inflasi. Akibatnya, bank sentral sekarang perlu menyeimbangkan perjuangannya melawan kenaikan harga dengan risiko memperlambat ekonomi terlalu banyak dan “berpotensi menempatkan beban terbesar pada kelompok yang paling rentan” melalui pengangguran yang lebih tinggi dari yang seharusnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagian besar peserta menekankan perlunya mempertahankan fleksibilitas dan opsionalitas ketika memindahkan kebijakan ke sikap yang lebih ketat,” kata risalah tersebut, yang menunjukkan para pejabat mungkin siap untuk kembali ke kenaikan seperempat poin persentase pada pertemuan 31 Januari-1 Februari, tetapi juga tetap terbuka untuk suku bunga “terminal” yang lebih tinggi dari yang diantisipasi jika inflasi tinggi berlanjut.

Risalah sebetulnya memberikan penjelasan yang bagus bahwa keputusan untuk menaikkan suku bunga yang lebih kecil tidak boleh ditafsirkan oleh investor atau publik pada umumnya sebagai pelemahan komitmen Fed untuk membawa inflasi kembali ke target 2%.

“Peserta menegaskan kembali komitmen kuat mereka untuk mengembalikan inflasi ke target 2% (Komite Pasar Terbuka Federal),” kata risalah tersebut. “Sejumlah peserta menekankan bahwa penting untuk mengkomunikasikan dengan jelas bahwa perlambatan laju kenaikan suku bunga bukanlah indikasi melemahnya tekad Komite untuk mencapai tujuan stabilitas harganya.”

Pembuat kebijakan menyetujui kenaikan suku bunga setengah poin persentase pada pertemuan bulan lalu, langkah mundur dari kenaikan tiga perempat poin persentase yang digunakan selama sebagian besar 2022.

Pejabat Fed pada Desember 2022 memproyeksikan suku bunga itu, saat ini dalam kisaran 4,25-4,5%, akan naik menjadi lebih dari 5% pada akhir 2023 dan kemungkinan akan tetap di sana untuk beberapa waktu.

Prospek ekonomi AS yang disajikan oleh staf Fed pada pertemuan bulan lalu menunjukkan bahwa perjuangan untuk menurunkan harga dapat berlangsung lebih lama dari yang diantisipasi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru