Emas Naik untuk Hari Ketiga Berturut-Turut

- Pewarta

Rabu, 30 Januari 2019 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Naik untuk Hari Ketiga Berturut-Turut

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu pagi (30/1/2019), di tengah ketidakpastian Brexit dan kekhawatiran geopolitik lainnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, naik 5,80 dolar AS atau 0,45 persen, menjadi menetap pada 1.308,90 dolar AS per ounce, meskipun ada kenaikan moderat di pasar ekuitas.

Indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 0,34 persen menjadi 24.612,84 poin pada pukul 18.29 GMT, pulih dari penurunan tajam selama hari sebelumnya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, juga sedikit menguat.

Namun, pemulihan ekuitas dan dolar AS gagal menyeret emas berjangka, yang didorong lebih tinggi oleh ketidakpastian geopolitik, seperti masa depan Brexit, sebelum anggota parlemen Inggris memberikan suara untuk menentukan prosesnya.

China pada Selasa (29/1) mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan penindasan yang tidak masuk akal terhadap perusahaan-perusahaan China, termasuk Huawei Technologies Co. Ltd, setelah Departemen Kehakiman AS mengajukan serangkaian tuduhan terhadap raksasa teknologi itu. Perkembangan baru menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor.

Juga pada Selasa (30/1), Federal Reserve AS memulai pertemuan kebijakan dua hari. Pelaku pasar sekarang mencari indikasi jika bank sentral AS akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya, di tengah kekhawatiran bahwa pengetatan moneter lebih lanjut dapat menghambat pertumbuhan.

Emas berjangka mendapat dukungan tambahan karena imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun yang menjadi acuan, turun lebih dari satu persen pada Selasa (29/1), kata pengamat pasar.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 7,4 sen AS atau 0,47 persen, menjadi ditutup pada 15,839 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 1,30 dolar AS atau 0,16 persen, menjadi berakhir pada 815,80 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru