Emas Naik karena Keraguan Atas Kesepakatan Perdagangan Tekan Ekuitas

- Pewarta

Kamis, 14 November 2019 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Naik karena Keraguan Atas Kesepakatan Perdagangan Tekan Ekuitas

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok.

Mediaemiten.com, New York – Emas naik pada akhir perdagangan Kamis pagi (14/11/2019), karena pidato Presiden AS Donald Trump tentang hubungan perdagangan dengan China mengurangi optimisme untuk kesepakatan dan mengurangi minat terhadap aset-aset berisiko.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup naik 0,7 persen menjadi 1.463,30 dolar AS per ounce, setelah turun selama empat sesi berturut-turut. Sementara itu harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1.462,03 dolar AS per ounce pada pukul 1:36 sore waktu setempat.

“Presiden Trump berbicara tentang menaikkan tarif pada akhirnya jika tidak ada resolusi atau kesepakatan apa pun pada fase satu dan itu tampaknya menarik pembeli terhadap emas,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam jangka panjang, sebagai investasi, emas masih merupakan tempat yang aman. Orang masih ingin memilikinya. Tren keseluruhan masih naik.”

Trump pada Selasa (12/11/2019) mengatakan kesepakatan perdagangan sudah dekat tetapi tidak memberikan rincian kapan atau di mana suatu perjanjian akan ditandatangani, mengecewakan para investor dalam apa yang disebut sebagai pidato utama tentang kebijakan ekonomi pemerintahannya.

Dia juga mengguncang beberapa investor dengan mengancam China dengan tarif lebih banyak lagi jika kedua negara tidak mencapai kesepakatan.

Ketidakpastian perdagangan membebani ekuitas AS, dengan tekanan lebih lanjut datang dari protes yang sedang berlangsung di Hong Kong.

Demonstran anti-pemerintah di Hong Kong berencana untuk melumpuhkan bagian-bagian dari pusat keuangan Asia itu untuk hari ketiga, dengan transportasi, sekolah dan banyak bisnis tutup setelah kekerasan meningkat di seluruh kota.

Investor juga mempertimbangkan komentar terbaru dari Federal Reserve AS, dengan Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral melihat “ekspansi berkelanjutan” ke depan untuk ekonomi AS, sementara dampak penuh dari penurunan suku bunga baru-baru ini belum terasa.

Sementara itu, data indeks harga konsumen (IHK) AS lebih baik dari yang diharapkan karena harga konsumen untuk Oktober naik 0,4 persen, melebihi ekspektasi.

Namun, reaksi emas terhadap komentar Powell relatif tidak terdengar.

“Mereka (The Fed) tidak akan melakukan langkah apa pun atas suku bunga. Jadi akibatnya emas berjangka itu tetap kuat,” kata Phillip Streible, ahli strategi komoditas senior di RJO Futures.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, yang mengangkat potensi keuntungan pemegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Di antara logam mulia lainnya, paladium naik 0,6 persen menjadi 1.709,64 dolar AS per ounce. Logam ini mencapai tertinggi sepanjang masa 1.824,50 dolar AS pada 30 Oktober sebagai akibat dari krisis pasokan yang berkelanjutan.

Perak naik 0,9 persen menjadi 16,92 dolar AS per ounce dan platinum naik 0,5 persen menjadi 873,03 dolar AS per ounce dan ditetapkan untuk mengakhiri penurunan empat sesi berturut-turut. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru