Emas Naik Didorong Pembelian ‘Safe Haven’, Pelemahan Greenback

- Pewarta

Kamis, 24 Oktober 2019 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Naik Didorong Pembelian ‘Safe Haven’, Pelemahan Greenback

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Kamis pagi (23/10/2019), untuk pertama kalinya dalam empat sesi terakhir, karena logam mulia didorong oleh pembelian safe haven dan greenback yang sedikit lebih lemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 8,2 dolar AS atau 0,55 persen, menjadi ditutup pada 1.495,7 dolar AS per ounce.

Beberapa investor mencari perlindungan di logam mulai setelah anggota parlemen Inggris menekan tombol jeda pada Brexit, sementara harapan pelonggaran moneter lebih lanjut oleh bank sentral memberikan dukungan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketidakpastian di sekitar Brexit dan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap pertumbuhan global masih membuat investor fokus pada emas,” kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank, seperti dikutip Reuters.

Para pemimpin UE pada Rabu (23/10/2019) mempertimbangkan apakah akan memberikan Inggris perpanjangan Brexit selama tiga bulan, dan Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan bahwa jika mereka melakukannya dia akan mengadakan pemilihan pada hari Natal.

Namun, masih ada banyak rintangan yang tersisa, dan kemampuan Johnson untuk memenuhi janji “lakukan atau mati” untuk mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa pada 31 Oktober diragukan, setelah parlemen menolak jadwal tiga hari untuk memberlakukan persetujuannya.

Investor juga menunggu pertemuan akhir bulan Federal Reserve AS, di mana ia diperkirakan akan mengurangi suku bunga acuan untuk ketiga kalinya berturut-turut tahun ini. Federal Fund Futures menyiratkan bahwa pedagang melihat peluang 91 persen untuk pemotongan suku bunga 25 basis poin.

Ketidakpastian Brexit dan ekspektasi penurunan suku bunga telah menekan greenback. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,02 persen menjadi 97,51 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 0,8 persen atau 0,46 persen, menjadi ditutup pada 17,58 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 26,4 dolar AS atau 2,95 persen, menjadi menetap pada 922,4 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru