Emas Lanjutkan Kenaikan untuk Hari Ketiga Beruntun

- Pewarta

Jumat, 4 Oktober 2019 - 06:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Lanjutkan Kenaikan untuk Hari Ketiga BeruntunTumpukan emas imitasi di Museum Bank Indonesia. KONTAN/Muradi/2019/06/27

" width="800" height="533" />

Tumpukan emas imitasi di Museum Bank Indonesia. KONTAN/Muradi/2019/06/27

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) (4/10/2019), karena logam mulia didorong oleh greenback yang lebih lemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember bertambah 5,9 dolar AS atau 0,39 persen, menjadi ditutup pada 1.513,8 dolar AS per ounce.

Dolar AS jatuh terhadap mata uang utama saingannya tertekan oleh serangkaian data ekonomi yang lemah. Indeks non-manufaktur (NMI), yang mengukur kinerja sektor jasa, tercatat 52,6 persen pada September, turun 3,8 poin persentase dari pembacaan Agustus, menurut Non-Manufacturing ISM Report on Business, terbaru. Angka pada Juli adalah 53,7 persen.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks tersebut merupakan angka terendah sejak Agustus 2016, ketika NMI tercatat 51,8 persen, laporan itu menunjukkan.

“Para responden sebagian besar khawatir tentang tarif, sumber daya tenaga kerja dan arah ekonomi,” kata Anthony Nieves, ketua komite survei bisnis non-manufaktur ISM.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,22 persen menjadi 98,8 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 0,7 persen atau 0,04 persen menjadi ditutup pada 17,676 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari tetap tidak berubah pada 894,4 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru