Emas Berjangka Memperpanjang Kerugian di Tengah Menguatnya Dolar AS

- Pewarta

Kamis, 28 Maret 2019 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun untuk hari kedua berturut-turut pada akhir perdagangan Kamis pagi (28/3/2019), karena dolar AS menguat.

Emas untuk pengiriman April yang paling aktif, turun 4,6 dolar AS atau 0,35 persen, menjadi ditutup pada 1.310,40 dolar AS per ounce.

Perak untuk pengiriman Mei turun 13,1 sen AS atau 0,85 persen menjadi menetap pada 15,298 dolar AS per ounce. Sementara itu, platinum untuk pengiriman Juli turun 3,20 dolar AS atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 862,20 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terus menguat pada Rabu (27/3). Indeks naik 0,02 persen menjadi 96,80 pada pukul 17.17 GMT, tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Jika dolar AS menguat maka emas yang dihargai dalam dolar AS biasanya tertekan karena menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Beberapa aksi ambil untung juga menekan logam mulia, yang telah meningkat secara signifikan sejak pekan lalu di tengah kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, kata pengamat pasar.

Sementara itu, indeks-indeks utama saham Wall Street menderita kerugian pada perdagangan Rabu, menahan kejatuhan emas lebih lanjut.

Saham-saham AS turun karena imbal hasil obligasi AS turun lagi dan inversi yang berkepanjangan dalam kurva imbal hasil memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 32,14 poin atau 0,13 persen menjadi 25.625,59 poin, indeks S&P 500 kehilangan 13,09 poin atau 0,46 persen menjadi 2.805,37 poin dan indeks Komposit Nasdaq turun 48,15 poin atau 0,63 persen menjadi 7.643,38 poin. (pep)

Berita Terkait

Pertemuan Delegasi BNSP, Kemnaker, & Kadin Indonesia dengan Zensho: Peluang Kerja 120 Ribu Tenaga Indonesia di Jepang Terbuka
Ambil Tindakan yang Lebih Defensif Terhadap Israel; Militer Republik Islam Iran Nyatakan Tak Ragu
Bertutur Kolaborasi: BNSP dan KJRI Hongkong Bahas Peningkatan Kompetensi Pekerja Migran
Wall Street Rebound, Invesor Cermati Imbal Hasil Obligasi
Wall Street Bervariasi, Dow Turun 0,2%
Wall Street Ambles Lebih dari 1%
Wall Street Rebound
Senin Pagi, Saham Asia Dibuka Bervariasi
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 15 April 2024 - 15:50 WIB

Ambil Tindakan yang Lebih Defensif Terhadap Israel; Militer Republik Islam Iran Nyatakan Tak Ragu

Kamis, 21 Desember 2023 - 21:58 WIB

Bertutur Kolaborasi: BNSP dan KJRI Hongkong Bahas Peningkatan Kompetensi Pekerja Migran

Jumat, 29 September 2023 - 08:01 WIB

Wall Street Rebound, Invesor Cermati Imbal Hasil Obligasi

Kamis, 28 September 2023 - 11:21 WIB

Wall Street Bervariasi, Dow Turun 0,2%

Rabu, 27 September 2023 - 08:01 WIB

Wall Street Ambles Lebih dari 1%

Selasa, 26 September 2023 - 08:06 WIB

Wall Street Rebound

Senin, 25 September 2023 - 08:37 WIB

Senin Pagi, Saham Asia Dibuka Bervariasi

Sabtu, 23 September 2023 - 09:21 WIB

Wall Street Turun Empat Hari Beruntun

Berita Terbaru