Emas Berjangka Kembali Naik di Atas Tingkat Psikologis 1.500 dolar AS

- Pewarta

Jumat, 1 November 2019 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Berjangka Kembali Naik di Atas Tingkat Psikologis 1.500 dolar AS

Foto ilustrasi: Emas batangan/Dok

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka naik di atas level 1.500 dolar AS pada akhir perdagangan Jumat pagi (1/11/2019), karena pelemahan di pasar saham Amerika Serikat dan pelemahan dolar AS mendorong permintaan para pedagang terhadap logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 18,1 dolar AS atau 1,21 persen, menjadi ditutup pada 1.514,8 dolar AS per ounce, sebut Xinhua.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,35 persen menjadi 97,31 pada pukul 17.30 GMT.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Pada pukul 17.35 GMT, indeks Dow Jones Industrial Average turun 211,99 poin atau 0,78 persen. Indeks S&P 500 turun 16,36 poin atau 0,54 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq turun 26,13 poin atau 0,31 persen.

Emas biasanya juga bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang turun maka investor mungkin beralih membeli aset-aset safe-haven, seperti emas.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 20 sen atau 1,12 persen, menjadi ditutup pada 18,067 dolar per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 3,1 dolar AS atau 0,33 persen, menjadi menetap pada 933,7 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka juga menguat setelah turun selama dua hari berturut-turut, karena logam mulia didorong oleh greenback yang lebih lemah. Harga emas naik enam dolar AS atau 0,4 persen, menjadi ditutup di .496,7 dolar AS per ounce pada Rabu (30/10/2019). (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru