China akan Tangguhkan Tarif Tambahan pada Kendaraan dan Suku Cadang AS

- Pewarta

Senin, 1 April 2019 - 09:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Beijing – Dewan Negara China mengatakan pada Minggu (31/3/2019) bahwa negara itu akan terus menangguhkan pengenaan tarif tambahan terhadap kendaraan dan suku cadang AS setelah 1 April, sebagai syarat niat baik setelah keputusan AS untuk menunda kenaikan tarif impor barang-barang China.

Pada Desember, China mengatakan akan menangguhkan tarif tambahan 25 persen untuk kendaraan dan suku cadang buatan AS selama tiga bulan, setelah gencatan senjata dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu.

Dewan Negara, atau kabinet, mengatakan langkah itu bertujuan “terus menciptakan suasana yang baik untuk negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung antara kedua belah pihak”.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah reaksi positif terhadap keputusan AS untuk menunda kenaikan tarif dan tindakan konkret yang diadopsi (oleh pihak China) untuk meningkatkan negosiasi perdagangan bilateral,” kata Dewan Negara.

“Kami berharap AS dapat bekerja sama dengan China, mempercepat negosiasi dan melakukan upaya konkret menuju tujuan mengakhiri ketegangan perdagangan.”

Pemerintah juga mengatakan akan mengumumkan secara terpisah kapan penangguhan akan berakhir.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat (29/3) bahwa pembicaraan perdagangan dengan China berjalan sangat baik, tetapi memperingatkan bahwa dia tidak akan menerima sesuatu yang kurang dari “kesepakatan besar” setelah pejabat-pejabat tinggi AS dan China mengakhiri pembicaraan dua hari di Beijing.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer berada di ibu kota China untuk pertemuan tatap muka pertama antara kedua pihak sejak Trump menunda kenaikan tarif yang dijadwalkan pada 2 Maret terhadap barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS.

Pembicaraan akan dilanjutkan minggu depan di Washington dengan delegasi China dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru