MEDIAEMITEN.COM – Cegukan merupakan suatu kondisi dimana munculnya suara aneh yang tiba-tiba muncul dari tubuh tanpa adanya pertanda khusus sebelumnya.
Kondisi ini disebabkan iritasi pada persarafan yang menghubungkan otak dengan diafragma.
Menurut peneliti, cegukan sering terlihat pada perokok dan orang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rumah sakit dan unit perawatan paliatif juga mengamati cegukan pada pasien yang dirawat karena stroke dan beberapa jenis kanker.
Dokter di Italia melaporkan kasus di mana aktivitas pria dapat memicu cegukan hanya dengan mencukur dan membelai janggut mereka.
Baca artikel lainnya di sini : Termasuk Meningkatkan Keseimbangan Flora Usus, Inilah 6 Manfaat Yogurt untuk Kesehatan Usus
Di antara penyebab kondisi yang lebih tidak jelas adalah stroke dan berbagai jenis kanker.
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
SK Innovation E&S Memimpin Inovasi dalam Ekosistem Startup untuk Pemuda di Indonesia
Seperti dikutip dari laman Express, Kamis, 23 Februari 2023, News Medical Life Sciences menyebut daftar kanker yang terkait dengan cegukan sangat banyak seperti kanker esofagus, perut, pankreas, beberapa tumor otak, tumor mediastinum, dan paru-paru.
Badan kesehatan itu menyatakan, dalam kondisi seperti ini cegukan bisa terjadi saat saraf yang bertanggung jawab untuk diafragma mengalami iritasi.
Baca artikel lainnya, di sini: Bikin Portal Berita Melayani Jasa Pembuatan Media Online yang Berkualitas dengan Paket Hemat
“Apa pun yang menyebabkan perut Anda buncit dapat menyebabkan cegukan. Perokok rentan karena terus-menerus menelan udara,” ungkap asisten profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Texas A&M Health Science Center, Timothy Pfanner.
Baca Juga:
CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”
ZTE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat AI
Pfanner mengatakan, terkadang dia mendapatkan cegukan yang sulit diatasi pada pasien yang didiagnosis menderita kanker otak, kelenjar getah bening, atau kanker perut.
Karena itu, Pfanner menyarankan orang-orang berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan, jika cegukan semakin parah bahkah sulit diatasi.
Pada strok, Pfanner meyakini bahwa gangguan pada jalur neurotransmitter di sistem saraf pusat dapat menyebabkan cegukan.
Gangguan ini sering diamati pada otak pasien yang dirawat karena tumor otak juga.
Ahli saraf Diana Greene-Chandos menjelaskan, orang-orang harus memperhatikan tanda-tanda lain untuk menentukan apakah mengalami strok atau tidak.
Menurut dia, indikator utama dari kondisi stroke lain adalah mati rasa, penglihatan kabur, atau kebingungan mendadak.
Baca Juga:
CGN Gelar “Open Day” Serentak di Lima Negara, Dorong Edukasi Energi Hijau dan Pertukaran Budaya
Terlebih lagi, Greene-Chandos menyatakan cegukan akibat stroke cenderung menyakitkan, tak berhenti, dan parah.
Dalam jajak pendapat terhadap 1.000 orang, sebanyak 10 persen wanita sadar bahwa cegukan merupakan indikator kondisi tersebut.
National Health Services (NHS) di Inggris menyatakan bahwa cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam atau sering kambuh harus diperiksakan ke dokter.
“Dokter umum akan mengetahui apakah cegukan Anda disebabkan oleh kondisi kesehatan atau obat yang Anda minum,” jelas NHS.***










