MEDIA EMITEN – Bank sentral Inggris (BoE) menaikkan bunga acuan sebesar 0,5% menjadi 1,75%, suku bunga tertinggi dalam 27 tahun sejak 1995.
Komite Kebijakan Moneter (MPC) mengambil langkah ini karena memperkirakan inflasi di Inggris mencapai 13% tahun ini. Pihaknya juga memperingatkan resesi yang menjulang selama setahun.
Peningkatan tersebut sesuai dengan ekspektasi dan membawa biaya pinjaman Inggris ke level tertinggi sejak Desember 2008.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini juga mencerminkan kebijakan moneter agresif dari Federal Reserve/ Fed Amerika Serikat (AS) dan Bank Sentral Eropa (ECB) bulan lalu. Saat ini, dunia berlomba untuk mendinginkan inflasi panas yang dipicu oleh serangan Rusia ke Ukraina.
BoE juga meningkatkan pembayaran pinjaman untuk konsumen dan bisnis Inggris, yang sudah menghadapi tekanan dari krisis biaya hidup yang memburuk.
Inflasi Meningkat
Inflasi Inggris akan mencapai puncaknya pada 13% atau level tertinggi dalam lebih dari 42 tahun, menurut BoE.
Baca Juga:
Hisense Hadirkan Warna yang Lebih Nyata dan Nyaman di Mata, serta Hiburan Imersif di IFA 2026
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
“Tekanan inflasi di Inggris dan seluruh Eropa telah meningkat secara signifikan (sejak Mei). Itu sebagian besar mencerminkan hampir dua kali lipat harga gas grosir sejak Mei, karena pembatasan pasokan gas Rusia ke Eropa dan risiko pembatasan lebih lanjut,” demikian pernyataan resmi BoE setelah keputusan tersebut.
Faktor ini mempengaruhi harga energi ritel, itu akan memperburuk penurunan pendapatan riil untuk rumah tangga Inggris dan selanjutnya meningkatkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris dalam waktu dekat.
Dalam berita yang lebih suram, BoE memperkirakan ekonomi Inggris akan memasuki resesi menyakitkan yang akan berlangsung hingga akhir 2023. “Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di Inggris melambat,” kata BoE.
Kenaikan harga gas terbaru, katanya, telah menyebabkan penurunan signifikan lainnya dalam prospek aktivitas di Inggris dan seluruh Eropa. “Inggris sekarang diperkirakan memasuki resesi mulai kuartal keempat tahun ini,” tegasnya.
Baca Juga:
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028
Namun, resesi akan lebih dangkal daripada kehancuran pada 2008 yang dipicu oleh krisis keuangan global. Ekonomi Inggris diperkirakan menyusut hingga 2,1% dari titik tertingginya, menurut perkiraan bank sentral.








