Biden: Tak Perlu Perang Dingin Baru

- Pewarta

Selasa, 15 November 2022 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, tak perlu perang dingin baru antara AS-China. Biden mengatakan hal itu setelah bertemu Presiden China Xi Jinping selama 3 jam di Bali.

Ia melihat As-China berbagi tanggung jawab untuk menunjukkan kedua negara dapat mengelola perbedaan, mencegah dari persaingan berubah menjadi konflik.

“Saya menilai, kami akan menemukan cara bekerja sama dalam masalah-masalah global mendesak yang membutuhkan kerja sama timbal balik kita,” kata Biden dalam pertemuan bilateral menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Indonesia, pada 15-16 November 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biden juga mengaku tidak berpikir akan ada upaya segera oleh China untuk menyerang Taiwan, meskipun ada peningkatan retorika dan gerakan militer agresif RRT di Selat Taiwan.

Kedua pemimpin juga berbicara secara terus terang serta setuju mengirim diplomat dan anggota kabinet dari pemerintahan mereka untuk bertemu satu sama lain secara langsung guna menyelesaikan masalah yang mendesak.

Biden bertemu Xi merupakan pertemuan pertama mereka sejak ia menjabat di tengah bayang-bayang ketegangan atas invasi Rusia ke Ukraina. Pertemuan tersebut diharapkan kedua negara dapat mengelola perbedaan di tengah ketegangan politik.

Peristiwa tersebut juga telah lama dinanti-nantikan, mengingat hubungan kedua negara yang sedang berada di titik terendah dalam beberapa dekade terakhir akibat ketidaksepakatan atas sejumlah masalah, mulai dari isu Taiwan sampai soal perdagangan.

Dalam kesempatan itu, Biden juga mengungkapkan soal perubahan iklim dan kerawanan pangan sebagai masalah yang diharapkan oleh dunia untuk ditangani oleh kedua negara.

Menanggapi komentar Biden, Xi mengatakan hubungan antara kedua negaranya tidak memenuhi harapan global. “Jadi kami perlu memetakan arah yang tepat untuk hubungan China-AS. Kami perlu menemukan arah yang tepat, kata Xi.

Ia berharap dapat bekerja sama dengan Biden guna membawa hubungan itu kembali ke jalur yang benar.

Sebelum pertemuan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning mengatakan bahwa China berkomitmen untuk hidup berdampingan secara damai tetapi akan dengan tegas mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunannya.

Menurut laporan, pertemuan tatap muka perdana antara Biden (79 tahun) dan Xi (69 tahun) berlangsung dalam suasana hangat. Kedua pemimpin ini pun saling tersenyum, bahkan Biden terlihat berlari kecil dan mengulurkan tangan terlebih dahulu saat menghampiri Xi – yang lebih dahulu memasuki ruang pertemuan bilateral. Sementara, Xi menganggukkan kepala dan menyambut uluran tangan Biden.

“Senang bertemu dengan Anda,” demikian sapa Biden kepada Xi sambil mengenggam kedua tangan pemimpin Tiongkok itu.

Di hadapan awak media, Biden berkomitmen untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka baik di level pribadi dan pemerintah. Baik Biden dan Xi tidak memakai masker meskipun anggota delegasi kedua negara tetap mengenakan masker demi pencegahan penularan Covid-19.

Adapun topik utama diskusi diperkirakan seputar Taiwan, Ukraina dan ambisi nuklir Korea Utara. Permasalahan tersebut diprediksi turut membayangi kegiatan G20 yang diadakan tanpa kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov akan mewakili Putin di acara KTT G20 menyusul pernyataan Kremlin yang mengatakan ketidakhadiran Putin dikarenakan sedang sibuk.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru