MEDIA EMITEN – Presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR dari Partai Republik Kevin Mc Carthy disebut telah mencapai kesepakatan tentatif untuk menaikkan plafon utang pemerintah federal sebesar S$ 3,14 triliun. Ini menjadi sinyal dan harapan akan segera berakhirnya kebuntuan negosiasi.
Gedung Putih dan negosiator untuk parlemen telah mencapai kesepakatan untuk mencegah gagal bayar utang, kata sumber yang mengetahui situasi tersebut.
“Tapi saya tidak yakin benar-benar diselesaikan. Tapi cukup dekat untuk bergerak maju,” kata sumber seperti dilansir dari Reuters, Minggu 28 Februari 2023.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Negosiator dikabarkan telah setuju untuk membatasi pengeluaran diskresioner non-pertahanan pada tingkat 2023 selama dua tahun, dengan imbalan kenaikan plafon utang selama periode yang sama, sumber mengatakan kepada Reuters sebelumnya.
Kesepakatan untuk mencegah gagal bayar terus dilakukan hingga memundurkan batas waktu dari 1 Juni menjadi 5 Juni 2023.
Demokrat menuduh Partai Republik memainkan permainan nekat yang berbahaya dengan ekonomi. Sementara, Partai Republik mengatakan peningkatan pengeluaran pemerintah baru-baru ini mendorong pertumbuhan utang AS, yang sekarang diperkirakan setara dengan output ekonomi tahunan.
Partai Republik yang mengendalikan DPR AS memang kerap mendesak Gedung Putih untuk melakukan pemotongan tajam untuk pengeluaran dan kondisi lainnya, termasuk persyaratan kerja baru pada beberapa program manfaat untuk orang Amerika Serikat yang berpenghasilan rendah dan untuk dana yang akan dilucuti dari Internal Revenue Service, lembaga pajak AS.
Baca Juga:
CHiQ Tampil di IFA 2026: Dari Ekspansi Global Menuju Jangkauan yang Kian Kuat di Pasar Lokal
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
DPR AS mengatakan ingin memperlambat pertumbuhan utang AS, yang sekarang kira-kira setara dengan output tahunan ekonomi negara.
Kebuntuan yang panjang telah menakuti pasar keuangan, membebani saham dan memaksa Amerika Serikat untuk membayar suku bunga rekor tertinggi (record-high) dalam beberapa penjualan obligasi.







