Bank Sentral Kanada Sebut Kenaikan Utang Global Ancam Pertumbuhan Ekonomi Dunia

- Pewarta

Jumat, 15 Maret 2019 - 06:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Sentral Kanada Sebut Kenaikan Utang Global Ancam Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Mediaemiten.com, Ottawa – Meningkatnya utang global memperlambat pertumbuhan ekonomi dan membuat Kanada serta negara-negara lain di dunia lebih rentan terhadap periode ketidakstabilan keuangan lainnya, kata Deputi Gubernur Senior Bank Sentral Kanada, Bank of Canada (BOC), Carolyn Wilkins, Kamis (14/3/2019).

Berbicara kepada audiensi profesional dan mahasiswa keuangan di Vancouver, ia mencatat bahwa sementara sistem keuangan global berada di tempat yang lebih baik daripada satu dekade yang lalu, ketidakpastian perdagangan dan risiko-risiko geopolitik lainnya dapat membuat hal itu keluar jalur.

“Utang global sekarang berjumlah sekitar 240 triliun dolar AS, itu 100 dolar AS triliun lebih tinggi daripada sebelum krisis keuangan,” kata Wilkins. Ia menambahkan, “Itu adalah headwind untuk pertumbuhan dan membuat kita rentan terhadap periode lain ketidakstabilan keuangan.”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi domestik, Wilkins mengatakan bahwa tingkat utang rumah tangga yang tinggi adalah “kerentanan keuangan domestik nomor satu kami,” tetapi kemudian menambahkan bahwa aturan hipotek (KPR) yang lebih ketat yang diperkenalkan tahun lalu telah meningkatkan kualitas pinjaman baru.

Rasio utang rumah tangga Kanada terhadap pendapatan melebar ke rekor 174 persen pada kuartal keempat 2018, Statistik Kanada mengatakan pada Kamis pagi (14/3).

Bank sentral Kanada – yang telah menaikkan suku bunga lima kali sejak Juli 2017 – tetap bersikap pasif dalam keputusan suku bunganya pekan lalu, memperingatkan ada “peningkatan ketidakpastian” tentang waktu kenaikan di masa depan dan menghapus susunan kata seputar perlunya kenaikan suku bunga ke rentang netral dari waktu ke waktu.

Nada yang lebih dovish mendorong pasar-pasar uang untuk memperhitungkan dengan kemungkinan penurunan suku bunga pada akhir tahun, dengan probabilitas yang melayang sekitar 35 persen menjelang pidato Wilkins. Wilkins tidak menyebutkan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut pada Kamis (14/3).

Wilkins mengatakan bahwa resolusi jangka panjang untuk perang perdagangan AS-China saat ini diperlukan, karena konflik tersebut mengancam pertumbuhan di seluruh dunia.

“Dalam perang dagang, tidak ada yang mendapat untung dan semua orang merugi,” katanya, menambahkan penghentian tarif-tarif AS untuk baja dan aluminium juga akan menjadi bantuan selamat datang bagi Kanada dan negara-negara lain yang terkena dampak.

Pejabat AS pekan lalu mengatakan bahwa ada kemajuan dalam perundingan dengan China, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai kesepakatan dalam perang tarif saling balas, yang telah membebani pasar global selama berbulan-bulan. Demikian laporan yang dikutip dari Reuters. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru