Anomali dengan Bursa Asia, IHSG Bergerak Melemah

- Pewarta

Rabu, 21 November 2018 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anomali dengan Bursa Asia, IHSG Bergerak Melemah

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (21/11/2018) ditutup melemah, yang bergerak anomali terhadap bursa di kawasan Asia.

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 57,24 poin atau 0,95 persen menjadi 5.948,05. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 11,00 poin atau 1,15 persen menjadi 945,33.

BACA JUGA : IHSG Rabu Dibuka Melemah 63,09 Poin, Kembali di Bawah 6.000

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pergerakan IHSG anomali terhadap bursa eksternal dikarenakan investor di dalam negeri masih berada dalam posisi ambil untung,” ujar Senior Research Analyst Infovesta Praska Putrantyo di Jakarta, Rabu.

Pada awal perdagangan pagi, ia mengemukakan, bursa di kawasan Asia mengalami tekanan, termasuk IHSG.

Namun, pada akhir sesi IHSG masih berada di area negatif, sementara mayoritas bursa eksternal terpantau naik.

Menurut dia, aksi ambil untung investor itu seiring penilaian investor terhadap harga saham di dalam negeri relatif sudah tinggi setelah sempat menembus level 6.000 poin pada pekan lalu.

Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan IHSG juga dipicu kekhawatiran investor terhadap kebijakan Tiongkok yang mengurangi impor batubara.

Kondisi itu turut berdampak negatif bagi saham-saham sektor pertambangan di dalam negeri sehingga menambah beban bagi IHSG.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada Rabu sebanyak 439.230 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,34 miliar lembar saham senilai Rp8,17 triliun.

Sebanyak 131 saham naik, 273 saham menurun, dan 103 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 75,58 poin (0,35 persen) ke 21.507,53, indeks Hang Seng menguat 131,13 poin (0,51 persen) ke 25.971,47, dan indeks Strait Times menguat 11,66 poin (0,39 persen) ke posisi 3.038,65. (zub)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Pers Rilis

Flexsys Mengumumkan Kenaikan Harga Global untuk Sulfur Tak Larut

Jumat, 11 Sep 2026 - 00:05 WIB