Mediaemiten.com, Jakarta – Analis pasar modal menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan, Rabu pagi (9/1/2019), seiring penguatan mata uang rupiah, namun masih dibayangi oleh hasil pertemuan perundingan dagang Amerika Serikat (AS) dan China.
IHSG BEI dibuka menguat 33,26 poin atau 0,53 persen menjadi 6.296,11. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 8,31 poin atau 0,83 persen menjadi 1.005,73.
Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah di Jakarta, Rabu, mengatakan tren nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS, telah berdampak terhadap pergerakan IHSG.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kenaikan rupiah salah satunya didorong dana asing yang mulai masuk kembali ke Indonesia, itu merupakan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia,” katanya.
Baca juga: Kurs rupiah menguat 35 poin, kembali di atas Rp14.100
Kendati demikian, lanjut dia, suasana global tetap harus diwaspadai. Pelaku pasar menanti hasil dari pertemuan antara AS dan Cina yang telah diselenggarakan selama dua hari.
Kepala Riset Narada Kapital Indonesia Kiswoyo Adi Joe mengatakan investor kembali melakukan aksi beli setelah sempat keluar pada perdagangan sebelumnya, kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia menjadi pemicunya.
Baca Juga:
Bangun Masa Depan Nol Karbon | LiuGong Gelar Global Customer Day Keenam di Liuzhou
Creality Rayakan 12 Tahun Inovasi dengan KliTek™ dan Ekspansi Ekosistem Berbasis AI
“Sejumlah data ekonomi yang telah dirilis cukup positif, mulai dari inflasi hingga cadangan devisa,” katanya.
Bursa regional, di antaranya Indeks Nikkei menguat 253,10 poin (1,25 persen) ke 20.457,10, Indeks Hang Seng menguat 460,10 poin (1,78 persen) ke 26.335,50, dan Indeks Strait Times menguat 31,58 poin (1,01 persen) ke posisi 3.154,52. (zub)







