Analis : Meski Menguat, IHSG Rawan Terkoreksi

- Pewarta

Kamis, 17 Januari 2019 - 04:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis : Meski Menguat, IHSG Rawan Terkoreksi

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka menguat dipengaruhi faktor eksternal dan faktor internal yang cukup kuat, sehingga bergerak terbatas dan rawan terkoreksi, kata analis pasar saham.

IHSG dibuka menguat 8,05 poin atau 0,13 persen menjadi 6.421,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 2,01 poin atau 0,2 persen menjadi 1.023,61.

“Selain terbatas katalis positif di pasar baik dari faktor eksternal maupun dari internal, secara teknis juga telah mengkonfirmasikan potensi apresiasi IHSG cenderung terbatas,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penutupan pemerintahan AS yang berlangsung saat ini menjadi yang terlama dalam sejarah pemerintah Amerika, telah melampaui rekor sebelumnya pada era Presiden Bill Clinton yang mencapai 21 hari. Berkenaan dengan penutupan pemerintah AS, upaya tetap dilakukan oleh anggota Kongres AS yang mendesak agar Trump mencabut keputusan, namun tetap mendapat penolakan.

Padahal, penutupan pemerintahan akan mempengaruhi sekitar seperempat dari lembaga pemerintah AS dan sekitar 800.000 pekerja federal, di mana mereka belum menerima gaji atau terpaksa dirumahkan sebagai imbas atas shutdown yang bermula sejak 22 Desember 2018 hingga saat ini.

Dari sisi internal, pemerintah menargetkan aturan insentif pengurangan pajak hingga 200 persen terhadap industri yang menyelenggarakan program vokasi dapat terbit April 2019.

Pemerintah akan mensubsidi industri yang bisa menghasilkan inovasi dan melakukan vokasi atau kegiatan pendidikan dalam Revolusi Industri 4.0. Jadi bagi industri yang melakukan investasi akan mendapatkan insentif dari pemerintah dalam bentuk pemotongan pajak dalam waktu lima tahun.

Berkenaan dengan total utang Indonesia yang terus bertambah dari tahun ke tahun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim posisinya sangat aman dan terkelola dengan baik (well manageable). Namun, produktivitas utang masih sangat rendah, hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang berada di level lima persen dalam dua tahun terakhir.

“Dari indikasi tersebut, diperkirakan indeks pada perdagangan saham hari ini rawan terkoreksi. Namun pasar global, terutama saham AS di tutup menguat, akhirnya masih dapat mendorong IHSG bisa bergerak mixed,” ujar Alfiansyah.

Bursa regional, di antaranya Indeks Nikkei melemah 51,73 poin (0,25 persen) ke 20.391,02, Indeks Hang Seng melemah 130 poin (0,48 persen) ke 26.772,1, dan Straits Times melemah 12,26 poin (0,38 persen) ke posisi 3.216,85. (cit)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru