ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Kawasan Asia-Pasifik

- Pewarta

Rabu, 20 September 2023 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara  Kawasan Asia-Pasifik

Foto ilustras: Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank)/IST

MEDIA EMITEN – Asian Development Bank (ADB) memangkas pertumbuhan ekonomi negara berkembang di kawasan Asia Pasifik dari proyeksi sebelumnya sebesar 4,8% menjadi 4,7% pada 2023. Meski demikian, lemabaga tesebut menyatakan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut tetap solid.

ADB dalam publikasi Asian Development Outlook (ADO) September 2023 dirilis Rabu 20 September 2023 memproyeksikan pertumbuhan negara berkembang di kawasan Asia dan Pasifik pada tahun depan tetap di level 4,8%.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan di kawasan Asia dan Pasifik cukup baik pada paruh pertama tahun ini, yang dipicu oleh permintaan domestik yang sehat dan pembukaan kembali Republik Rakyat Tiongkok (RRT), bahkan ketika prospek global yang lebih lemah mengurangi permintaan ekspor.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertumbuhan di kawasan ini juga ditopang membaiknya sektor pariwisata, sektor jasa yang tangguh, transfer uang yang sehat, dan membaiknya kondisi keuangan.

Semua hal tersebut telah membantu mendukung kegiatan ekonomi, dan inflasi sedang surut di sebagian besar negara setelah mencapai puncaknya tahun lalu.

Terkait risiko, sektor properti RRT diperkirakan dapat membebani prospek regional. Suku bunga global yang tinggi telah meningkatkan risiko ketidakstabilan keuangan.

Gangguan pasokan secara sporadis akibat berlanjutnya invasi Rusia ke Ukraina, pembatasan ekspor, dan peningkatan risiko kekeringan dan banjir yang disebabkan oleh El Niño sekali lagi dapat memicu kenaikan harga pangan dan menantang ketahanan pangan.

Negara-negara berkembang di Asia terus tumbuh dengan pesat, dan tekanan inflasi mulai berkurang,” kata Kepala Ekonom ADB, Albert Park.

Juga disebutkan, “Beberapa bank sentral di kawasan ini sudah mulai menurunkan suku bunga, yang akan membantu meningkatkan pertumbuhan. Namun, pemerintah perlu mewaspadai berbagai risiko yang dihadapi kawasan ini.

Kelemahan pasar properti di RRT masih menjadi kekhawatiran. Peristiwa cuaca ekstrem akibat perubahan iklim dan dampak El Niño mengingatkan kita bahwa perekonomian harus bekerja sama untuk membangun ketahanan dan melindungi kelompok yang paling rentan.”

 

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru