Analis : IHSG Melonjak Terpengaruh Sentimen Eksternal dan Hasil Pilpres

- Pewarta

Kamis, 18 April 2019 - 03:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis : IHSG Melonjak Terpengaruh Sentimen Eksternal dan Hasil Pilpres

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (18/4/2019), dibuka menguat seiring dengan hasil hitung cepat (quick count) pemilihan presiden (pilpres) 2019 yang memperlihatkan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

IHSG dibuka menguat 87,3 poin atau 1,35 persen ke posisi 6.568,85. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 21,27 poin atau 2,08 persen menjadi 1.045,21.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis, mengatakan, pergerakan indeks saham akan dipengaruhi sentimen eksternal terutama terkait perang dagang, namun sentimen domestik terkait hasil hitung cepat di mana pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin unggul dapat menjadi sentimen positif.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terlepas dari sentimen eksternal, hasil quick count yang dilakukan sejumlah lembaga dalam pemilihan presiden yang memenangkan pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, diperkirakan akan terdampak besar bagi pergerakan IHSG yang berpeluang positif pada hari ini,” ujar Alfiansyah.

Terkait perang dagang, Uni Eropa akan memulai pembicaraan mengenai perjanjian perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) untuk membuat kesepakatan sebelum akhir tahun. Uni Eropa menyetujui dua hal untuk negosiasi, yakni memotong tarif barang-barang industri dan membuat perusahaan lebih mudah menunjukkan produk-produk yang memenuhi standar Uni Eropa atau AS.

Sebelumnya, AS juga dikabarkan meringankan tuntutannya terhadap China pada saat perundingan dagang, di mana keringanan tersebut terkait dengan subsidi industri. AS tidak lagi memaksa China untuk mengurangi subsidi industri mereka. Padahal sebelumnya AS menentang keras kebijakan subsidi industri China.

Di saat IHSG menguat, bursa regional Asia justru mengalami koreksi. Indeks Nikkei melemah 84,85 poin (0,38 persen) ke 22.193,12, Indeks Hang Seng melemah 111,41 poin (0,37 persen) ke 30.013,27, dan Indeks Straits Times melemah 1,82 poin (0,05 persen) ke posisi 3.346,82. (cit)

Berita Terkait

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terbaru

Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026

Pers Rilis

Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026

Senin, 7 Sep 2026 - 04:55 WIB