Wall Street Jatuh, Khawatir Fed Naikkan Suku Bunga

- Pewarta

Kamis, 7 September 2023 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Investor khawatir degan data ekonomi AS terbaru yang akan membuat Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Dow Jones turun 198,78 poin atau 0.57% menjadi 34,443.19, S&P 500 turun 0,7% menjadi 4.465,48, sedangkan Nasdaq Composite anjlok 1,06% menjadi 13.872,47.

Imbal hasil (yield) Treasury atau obligasi Pemerintah AS melonjak, sehingga membebani aset berisiko, seperti pasar saham. Imbal hasil obligasi tenor 2 tahun naik sekitar 6 basis poin dan diperdagangkan di atas level 5%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kinerja saham-saham teknologi turun dengan Nasdaq mencatat pelemahan hari ketiga berturut-turut. Nvidia dan Apple masing-masing turun lebih 3%. Sementara Amgen dan Boeing masing-masing hilang sekitar 2%, membebani Dow Jones.

Kenaikan imbal hasil Treasury pada Rabu bertepatan dengan rilis kuatnya data ekonomi dari perkiraan sehingga memicu kekhawatiran kemungkinan kenaikan bunga the Fed.

Data terbaru sektor jasa dan manufaktur perekonomian AS menunjukkan harga indeks jasa ISM naik 2,1 poin persentase menjadi 58,9% pada Agustus, mewakili jumlah perusahaan yang melaporkan kenaikan serta tertinggi dalam 4 bulan.

Hal ini mengikuti komponen harga indeks manufaktur ISM yang melonjak 5,8 poin menjadi 48,4%. Meskipun angka di bawah 50% menunjukkan kontraksi dalam survei ISM, lonjakan besar dalam 1 bulan ini merupakan pembalikan dari tren terkini. Komponen harga yang dibayarkan lebih tinggi dari perkiraan, sehingga memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB