MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street, AS, anjlok lebih dari 1% pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Investor berhati-hati menjelang pertmuan Federal Reserve (FOMC) dan juga khawatir terkait krisis perbankan di AS.
Dow Jones jatuh 1,08% ke 33.684,53. S&P 500 yang mencakup berbagai sektor anjlok 1,16% ke 4.119,58 dan Nasdaq Composite yang penuh dengan perusahaan teknologi turun 1,08% ke 12.080,51.
Saham PacWest Bancorp turun sekitar 26,5%, mengurangi kerugian sebelumnya. Western Alliance Bank turun sekitar 20,4% dan New York Community Bancorp turun sekitar 7%. SPDR S&P Regional Banking ETF, yang melacak sejumlah bank menengah, turun sekitar 7%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harga saham bank-bank besar terkoreksi tajam, seperti Wells Fargo turun 4,7%, Citigroup turun 3,1% dan Bank of America turun 3,9%.
Saham JP Morgan Chase turun 1,7%, setelah mencatatkan kenaikan 1% pada hari sebelumnya, menyusul pemblian ebagian besar aset First Republic Bank.
Meskipun CEO Jamie Dimon menjamin pemegang saham bahwa krisis sektor perbankan telah terkendali, investor tetap terlihat cemas.
Investor berhati-hati menjelang pengumuman kenaikan suku bunga Fed yang dijadwalkan pada hari Rabu waktu AS, dan ketakutan tentang batas utang Pemerintah AS, itu menciptakan badai kekhawatiran di Wall Street.
Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen pada Senin (1/5/2023) memperingatkan bahwa AS mungkin kehabisan uang untuk membayar utang pada tanggal 1 Juni, lebih awal dari perkiraan pemerintah dan Wall Street.
Berdasarkan data bulanan yang dirilis pada hari Selasa oleh Biro Statistik Tenaga Kerja, lapangan kerja yang tersedia mencapai 9,59 juta pada bulan Maret. Angka tersebut turun dari yang sebelumnya direvisi ke atas yaitu 9,974 juta yang dilaporkan pada bulan Februari dan mewakili bulan ketiga berturut-turut penurunan jumlah lapangan kerja yang tersedia.
Menurut perkiraan konsensus pada Refinitiv, para ekonom mengharapkan adanya 9,775 juta lowongan kerja yang tersedia.







