MEDIA EMITEN – Nilai tukar rupiah terhada dolar AS melemah dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia turun ke level Rp 15.139 per dolar AS pada perdagangan Selasa 7 Februari 2023, dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.055 per dolar AS.
Pelemahan rupiah seiring pasar khawatir kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed kembali menaikkan suku bunga acuannya sehingga mendorong dolar AS menguat.
Sementara itu, rupiah di pasar antarbank ditransaksikan turun 93 poin atau 0,62% ke posisi Rp15.148 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.055 per dolar AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sentimen global memburuk setelah data menunjukkan kekuatan di pasar tenaga kerja AS meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed dapat terus menaikkan suku bunga lebih lama.
Sementara dari dalam negeri, data pertumbuhan ekonomi yang kuat akan menahan pelemahan rupiah lebih dalam lagi. Selain itu, sentimen positif kenaikan cadangan devisa RI.
Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa mencapai US$ 139,4 miliar pada akhir Januari 2023, meningkat dibandingkan sebesar US$ 137,2 miliar pada akhir Desember 2022.
Posisi tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau enam bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Peningkatan posisi cadangan devisa pada Januari 2023 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.







