GIAA Private Placement Rp 5,18 T dan Terbitkan Sukuk Baru, Suspensi Saham Segera Dibuka

- Pewarta

Selasa, 27 Desember 2022 - 18:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GIAA Private Placement Rp 5,18 T dan Terbitkan Sukuk Baru, Suspensi Saham Segera Dibuka

Foto ilustrasi: PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)/Dok.

MEDIA EMITEN – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) senilai Rp 5,18 triliun pada Rabu, 28 Desember 2022. Selain itu, GIAA juga direncanakan menerbitkan sukuk baru sekitar US$ 80 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, penerbitan sukuk baru adalah salah satu syarat agar saham GIAA bisa lepas dari suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Saham kita disuspen itu karena kita waktu itu wanprestasi terhadap sukuk. Jadi salah satu syarat saham kita bisa dilepas suspensinya bila kita kemudian bisa menerbitkan sukuk baru sebagai pengganti sukuk yang lama. Jadi sukuk yang lama US$ 500 juta dolar ini direstrukturisasi mengalami haircut dan akan menjadi sukuk dengan nilai sekitar US$ 80 juta,” kata Irfan dalam public expose perseroan, Selasa27 Desember 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, private placement digelar dalam rangka konversi obligasi wajib konversi (OWK) yang diterbitkan kepada PT Sarana Multi Infrastruktur Rp 1 triliun. Selain itu, untuk melaksanakan konversi utang para kreditur sebagai pelaksanaan atas perjanjian perdamaian.

Selain itu, private placement, kata dia, GIAA juga melaksanakan konversi utang para kreditur sebagai pelaksanaan atas Perjanjian Perdamaian tanggal 17 Juni 2022 yang telah dihomologasi dan disahkan oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melalui Putusan No. 425/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN.Niaga.Jkt.Pst tanggal 27 Juni 2022, yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap melalui Putusan Mahkamah Agung No.1454 K/Pdt.Sus-Pailit/2022 yang diputus pada tanggal 26 September 2022, sebagaimana telah disetujui oleh rapat umum pemegang saham luar biasa perseroan pada tanggal 14 Oktober 2022.

Dalam rangka konversi utang kreditur itu, GIAA akan menerbitkan saham baru tanpa HMETD dengan jumlah 21.329.763.265 saham seri C dengan nilai nominal Rp 196 per saham.

Beberapa kreditur itu di antaranya adalah Watiga yang bakal mempunyai 3.924.563.023 saham Garuda, ORIX Aviation Systems Limited yang akan memiliki 1.339.802.612 saham GIAA, Sky High XXX Leasing Company Limited 1.162.370.881 saham, dan Jin Shan 9 Ireland Company Limited yang nantinya bakal menggenggam 1.071.655.465 saham GIAA setelah private placement. Totalnya ada 167 kreditur dan 107 pemegang sukuk yang akan mengkonversi utangnya jadi saham Garuda.

PMTHMETD akan dilaksanakan dengan harga pelaksanaan Rp 196 per saham yang ditentukan dengan mempertimbangkan penilaian harga wajar atas saham perseroan oleh penilai independen, sesuai dengan perjanjian perdamaian. Karena itu, nilainya sekitar Rp 5,18 triliun.

Saat ini Garuda juga tengah menggelar rights issue, di mana penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah Rp 7,5 triliun ikut masuk.

“PMN dari pemerintah sebesar Rp 7,5 triliun sudah dilaksanakan melalui PMHMETD. Ini new money financing dan sudah di berada di dalam rekening perusahaan,” jelas Irfan.

Berita Terkait

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata
Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif
Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:20 WIB

PROPAMI: Usulan MSCI Bukan Vonis Akhir, Pasar Modal RI Perlu Reformasi Nyata

Sabtu, 26 September 2026 - 20:02 WIB

Seminar Nasional PROPAMI Bahas Ekosistem Pasar Modal dari Berbagai Perspektif

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Berita Terbaru

Pers Rilis

Desa Changjiang: Satu Dekade Revitalisasi

Jumat, 6 Nov 2026 - 08:43 WIB