Musim Laporan Keuangan Topang Penguatan Wall Street

- Pewarta

Rabu, 19 Oktober 2022 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Musim laporan keuangan menopang penguatan.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 337,98 poin atau 1,12% menjadi 30.523,80 poin. Indeks S&P 500 bertambah 42,03 poin atau 1,14% menjadi 3.719,98 poin. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 96,60 poin atau 0,9% menjadi 10.772,40 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor industri dan material masing-masing melonjak 2,36% dan 1,91%, memimpin keuntungan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Goldman Sachs meningkat 2,33% setelah bank investasi itu memberikan hasil kuartalan yang lebih kuat dari perkiraan.

Perusahaan obat dan produk konsumen AS Johnson & Johnson juga melaporkan laba dan penjualan kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi, namun sahamnya tergelincir 0,4%.

Dari perusahaan-perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil keuangannya sejauh ini, sekitar 70% telah mengalahkan perkiraan laba, dan 63% telah mengalahkan perkiraan pendapatan, menurut data FactSet.

Pada Senin, indeks-indeks utama Wall Street ditutup lebih tinggi dengan Dow naik lebih dari 500 poin.

Reli dua hari terjadi dalam konteks periode bergejolak untuk pasar yang tertekan oleh berbagai hambatan, dan para analis memperingatkan akan berlanjutnya perjalanan bergelombang ke depan.

“Kami tidak percaya kondisi untuk reli berkelanjutan, dan imbalan risiko untuk pasar selama tiga hingga enam bulan ke depan tidak menguntungkan dalam pandangan kami,” kata Mark Haefele, kepala investasi di UBS Global Wealth Management.

“Bank-bank sentral utama tampaknya akan mempertahankan tingkat pengetatan hingga kuartal pertama 2023; pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan terus melambat hingga awal tahun baru; dan pasar keuangan global rentan terhadap tekanan sementara kebijakan moneter terus diperketat,” tambahnya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI

Jumat, 24 Jul 2026 - 03:47 WIB