Wall Street Jatuh, Dow Kembali di Bawah 30.000

- Pewarta

Jumat, 7 Oktober 2022 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Indeks-indeks utama Wall Street jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) dengnan Dow kembali ditutup di bawah 30.000. Pasar khawatir menjelang laporan pekerjaan bulanan AS untuk September.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 346,93 poin atau 1,15% menjadi 29.926,94 poin. Indeks S&P 500 merosot 38,76 poin atau 1,02% menjadi 3.744,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 75,33 poin atau 0,68% menjadi 11.073,31 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor utilitas dan real estat masing-masing terperosok 3,3% dan 3,2%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi terangkat 1,82% seiring dengan kenaikan harga minyak, menjadikannya satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membebani saham. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10 tahun yang dijadikan acuan dan obligasi pemerintah 2 tahun keduanya naik pada Kamis (6/10/2022) setelah penurunan yang terlihat awal pekan ini.

Data yang menunjukkan klaim pengangguran mingguan naik paling tinggi dalam empat bulan pekan lalu, meningkatkan secercah harapan The Fed dapat melonggarkan implementasi kenaikan suku bunga tercepat dan tertinggi sejak Maret dalam beberapa dekade.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran awal negara itu, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat 29.000 menjadi 219.000 dalam pekan yang berakhir 1 Oktober. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru menjadi total 203.000.

Pasar ekuitas tampak lambat untuk mengakui pesan yang konsisten dari pejabat Fed bahwa suku bunga akan naik lebih lama sampai laju inflasi jelas melambat.

Presiden Fed Chicago Charles Evans adalah yang terbaru untuk menguraikan pandangan bank sentral pada Kamis (6/10/2022) yang mengatakan pembuat kebijakan berharap untuk memberikan 125 basis poin kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun karena data inflasi mengecewakan.

Pasar uang memperkirakan peluang hampir 86% untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin keempat berturut-turut ketika para pembuat kebijakan Fed bertemu pada 1-2 November.

Laporan situasi ketenagakerjaan AS untuk September yang diawasi lebih ketat akan dirilis oleh departemen pada Jumat waktu setempat.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB